>Kisi-Kisi Debat Bahasa Inggris SMK Th.2010


>

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Nasional
2010
                                                                
A. Pendahuluan
Salah satu fungsi pendidikan nasional adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan juga diarahkan untuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan (Pancasila dan UUD’45), termasuk cinta tanah air, semangat kejuangan dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Untuk mencapai sasaran tersebut, pendidikan ditekankan pada penanaman nilai-nilai agar:
a.   nilai-nilai Pancasila dan UUD ‘45 terinternalisasi secara optimal
b.   kepribadian siswa berkembang secara wajar dan tepat
c.    potensi dan kreativitas siswa berkembang secara terbuka
Untuk mengukur ketercapaian sasaran di atas, Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMK Ditjen Manajemen Dikdasmen melaksanakan kegiatan lomba Debat Berbahasa Inggris yang akan diwujudkan dalam tema-tema ke-Indonesiaan, yang salah satunya terkait dengan local genius.
Lomba debat berbahasa Inggris adalah kegiatan unjuk kemampuan para siswa SMK terbaik dari seluruh wilayah Indonesia dalam mengomunikasikan ide dan pikirannya dalam bahasa Inggris dengan menggunakan cara berpikir yang logis dan rasional serta cara berbicara yang bertata krama dan santun. Dengan kemampuan berpikir logis dan rasional serta kemampuan mempresentasikan ide dan pikiran secara beradab diharapkan mereka akan bisa berinteraksi dengan penuh rasa percaya diri di hadapan bangsa lain tanpa menanggalkan  nilai-nilai ke-Indonesiaan yang positif.
Pada tahun ini, Debat Berbahasa Inggris menerapkan model  Asian Parliamentary Debating Format, dengan penyesuaian waktu yang disediakan oleh panitia. Perubahan model dari yang biasanya dipakai, yatitu Australian Parliamentary Debatding Format, atau British Parliamentary Debating Format ke  Asian Parliamentary Debating Format yang dimulai tahun ini, adalah alasan efisiensi.
Secara garis besar,  format debat Asian Parliamentary melibatkan dua tim: tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara dengan juri dalam jumlah ganjil (dalam debat ini terdapat 3 juri dari kalangan perguruan tinggi).
                                                                                                                  
Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
1.   Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
2.   Pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
3.   Pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
4.   Pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
5.   Pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
6.   Pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
7.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
8.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Interupsi (POI: Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech). Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi. Untuk mengetahui model Asian Parliamentary Debating Format, silakan membaca Lampiran 2.
B. Tujuan
Secara umum lomba debat berbahasa Inggris bertujuan untuk memacu prestasi siswa/siswi sekolah menengah kejuruan di Indonesia dalam penguasaan bahasa Inggris. Lomba debat berbahasa Inggris berpotensi sebagai wahana untuk:
1.   memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris
2.                 meningkatkan kepercayaan diri siswa
3.                 meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi lisan dalam bahasa Inggris
4.                 memperluas wawasan dan pola pikir siswa, dan pada akhirnya
5.   mempersiapkan siswa agar mampu bersaing dalam era global ditinjau dari segi komunikasi bahasa Inggris
C. Peserta
Peserta lomba adalah siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) utusan setiap provinsi di seluruh Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:
1.   Setiap provinsi diwakili oleh 1 tim debat yang terdiri dari 3 orang siswa SMK yang masih aktif pada tahun ajaran 2010-2011
2.   Untuk pelaksanaan lomba debat setiap tim didaftarkan kepada panitia dengan menyerahkan dokumen berisi :
·      Nama provinsi
·      Nama-nama anggota tim debat
·      Nama guru pendamping atau pelatih
·      Fotokopi rapor terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 1 lembar, dan
·      Pasfoto ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 3 lembar
D. Materi Lomba
Materi lomba terdiri dari 1 (satu) jenis, yaitu: Lomba Debat Berbahasa Inggris (English Debate Competition dengan Asian Parliamentary Debating Format).
E. Tim Penguji
Terdiri dari :
o     3 juri
o     1 wasit
o     1 time keeper
F. Kriteria Pemenang Lomba
Pemenang lomba debat berbahasa Inggris ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang menilai dari aspek-aspek berikut:
1.   Matter (40%)
2.   Manner (40%)
3.   Method (20%)
         
G. Ketentuan Lomba
·      Waktu lomba
Waktu pelaksanaan lomba 3  hari
·      Pelaksanaan Lomba
a.   Setiap tim debat tampil selama kurang lebih 30 menit, sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kurang lebih selama 30 menit, dengan ketentuan sebagai kerikut:
1.   Urutan bicara
<!–[if gte vml 1]>

AFFIRMATIVE

PM AFF

DPM AFF

GW AFF

NEGATIVE

LO NEG

LO NEG

OW NEG

RS AFF

RS-NEG

<![endif]–>

 

2.   Lama pidato
Setiap pidato utama (substantial speech) berlangsung selama 4 menit 20 detik, dan pidato balasan (reply speech) selama 3 menit.
b.   Sistem Pertandingan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Babak Penyisihan mempertandingkan seluruh peserta masing-masing tiga kali dengan pola pertandingan sebagai berikut:
Skema Babak Penyisihan
Pertandingan Pertama:
Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8

 

dst. sampai sejumlah tim yang ada.
Apabila jumlah tim ganjil, untuk menggenapkannya akan dibentuk swing team dengan kemampuan setara.
Pertandingan Ke Dua:
Hasil pertandingan pertama akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). [Apabila terdapat dua (lebih) tim dengan hasil yang sama, urutan akan diputuskan oleh dewan juri.] Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Pertandingan Ke Tiga:
Seperti sebelumnya, hasil pertandingan ke dua juga akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Untuk mendapatkan Peringkat Nasional Debat Berbahasa Inggris SMK Tahun 2010, hasil pertandingan ke tiga akan diperingkat seperti proses sebelumnya.
Selanjutnya, dengan menggunakan Sistem Gugur, tim-tim yang menempati peringkat 1 s.d. 18 mengikuti pertandingan pada babak selanjutnya, yaitu: Babak 16 Besar (Octo/Perdelapan Final). Pemenang Babak Octo Final akan mengikuti Babak 8 Besar (Quarter/Perempat Final). Selanjutnya, pemenang Quarter Final mengikuti Babak 4 Besar (Semi Final). Yang kalah maupun yang menang pada Babak Semi Final akan saling dipertandingkan: yang kalah akan berebut juara III, sedangkan yang menang akan berebut juara I pada Babak Grand Final.
Skema perlombaan untuk Sistim Gugur pada Babak Octo Final, Quarter Final, Semi Final dan Grand Final adalah sebagai berikut:

Skema Babak 16

 

 

Tim 1             
Tim 2             
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim 9
Tim 10      
Tim 11
Tim 12
Tim 13
Tim 14
Tim 15
Tim 16
Tim 17
Tim 18
Tim-tim yang menang masuk ke Babak Quarter-Final.

Skema Babak 8 Besar/Quarter-Final:

 

 

Tim 1             
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim-tim pemenang masuk ke Babak Semi-Final.

Skema Babak 4 Besar/Semi Final:

 

 

Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim pemenang pada Babak Semi-Final akan bertemu pada pertandingan Grand Final untuk memperebutkan Juara I, sedangkan Tim yang kalah akan dipertandingkan untuk memperebutkan Juara III dan Harapan.
Babak 3rd-Place Final

Juara III dan Harapan

 

Tim A

Tim B
Babak Grand Final

Juara I dan II

 

Tim C

Tim D
c.    Format debat menggunakan Format Debat Parlemen Asia (Asian Parliamantery Debating Fornat) satu babak, yang menghadapkan dua tim: Tim Afirmatif dan Tim Negatif yang masing-masing berusaha meyakinkan Tim Ajudikator (Dewan Juri). Masing-masing tim menampilkan 3 pembicara utama (substantial speech) @ 5 menit dan 1 pembicara balasan (reply speech) @ 3 menit.
d.   Kejuaraan ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang akan menilai aspek-aspek berikut:
1.   Aspek Materi dengan bobot 40 %, yang meliputi unsur-unsur logika argumentasi dan relevansi argumen dengan topik, dll.
2.   Aspek Sikap dengan bobot 40 %, yang meliputi cara berbicara di hadapan publik dan cara mempresentasikan kasus, dll.
3.   Aspek Metode dengan bobot 20 %, yang meliputi struktur dan urutan pidato.
e.   Dewan Juri akan menentukan 3 tim pemenang debat: Juara I, II, III dan Harapan
f.     Selain itu, Dewan Juri akan menentukan 3 pembicara terbaik (best speakers).
g.   Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggugugat.
h.   Topik-topik (motion) untuk lomba debat diberikan setengah jam sebelum lomba dengan cara ditentukan berdasarkan prioritas pilihan masing-masing tim dari 3 topik (motion) yang ditawarkan yakni: nasionalisme, kecintaan kepada Bahasa Indonesia, kemandirian budaya, penguatan ke-Indonesiaan, dan local wisdom/genius.
i.     Daftar topik (motions) debat yang akan diperdebatkan dibuka untuk publik (peserta) pada awal bulan September 2010 via website: http://www.ditpsmk.net        
j.      Jadwal Kegiatan Lomba  (Lihat pada lampiran).
k.   Segala hal yang berkenaan dengan dokumentasi debat baik berupa tulisan maupun dalam bentuk rekaman audio dan video menjadi hak milik panitia penyelenggara dan akan digunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan di Indonesia.
l. Hal-hal lain yang belum tercantum pada ketentuan ini akan dibicarakan pada pertemuan teknis beberapa saat sebelum lomba.

H.Penutup

Hal-hal yang belum tercantum dalam lembar informasi ini akan diinformasikan pada waktu rapat teknis (technical meeting).
Jakarta, September  2010
Penanggung Jawab Bidang Lomba
Debat Berbahasa Inggris


Lampiran 1
Jadwal Kegiatan dan Tempat Lomba
No
Tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
1
Senin
08-112010
07.00 – 12.00 wib
Registrasi Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
13.00 – 14.00 wib
Chek In Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
15.00 – 17.00 wib
TCM
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 – 21.00 wib
Pembukaan
Hotel Shapir Yogyakarta
2
Selasa
09-112010  
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
3
Rabu
10-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
4
Kamis
11-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
5
Jumat
12-112010
08.00 wib 15.00
Pelaksanaan lomba Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 wib selesai
Penutupan Acara
Hotel Shapir Yogyakarta
6
Sabtu
13-112010
10.00 wib
Check Out
Hotel Shapir Yogyakarta
Lampiran 2
DEBAT BAHASA INGGRIS
FORMAT ASIAN PARLIAMENTARY
MEKANISME JALANNYA DEBAT
Format debat Asian parliamentary melibatkan dua tim; tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara. Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
a.   Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
b.   Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
c.    Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
d.   Pembicara kedua pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
e.   Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
f.     Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
g.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
h.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga).
Interupsi (POI; Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech).
Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi, contoh:
THBT (This House believes that) Globalization marginalizes the poor.
THW (This House would)  Legalize same -sex marriage
Penilaian debat nantinya menghasilkan margin (selisih nilai) antara tim Pemerintah dan Tim Oposisi. Margin berkisar antara 1-9 (1-4 disebut Close Margin; artinya salah satu tim menang dengan sedikit selisih (kalah tipis), 5-9 disebut Clear Margin; artinya salah satu tim menang mutlak). Tim yang menang berhak ditambah marginnya (contoh; +4), tim yang kalah harus dikurangi marginnya (contoh; -4).
ATURAN KOMPETISI
Umumnya, kompetisi debat di Indonesia memiliki aturan yang sama. Pertama, dalam babak penyisihan, tim yang berhak maju ke babak selanjutnya adalah 8 tim dengan peringkat tertinggi. Peringkat tertinggi dihitung berdasarkan banyaknya Victory Points (kemenangan) dan banyaknya Margin (apabila ada dua atau lebih tim yang memiliki jumlah Victory Points sama). Babak penyisihan biasanya terdiri dari 3-5 rounds—saat inilah seluruh peserta mengumpulkan sebanyak-banyaknya Victory Points dan Margin— dan terkadang diadakan round 0 (zero) di awal kompetisi yang bertujuan untuk pemanasan (nilai tidak dihitung). Sistem gugur biasanya hanya digunakan dalam babak eliminasi (perdelapan final, perempat final, semifinal dan final).
PERSIAPAN
Penentuan mosi (topik debat) bisa diberikan jauh hari sebelumnya dengan memberikan daftar pilihan mosi kepada peserta debat. Daftar mosi ini biasanya terdiri dari 10-30 mosi. Biasanya ini diperuntukkan bagi babak penyisihan. Atau, mosi baru diberitahu pada hari H kompetisi debat. Biasanya ini terjadi pada babak semifinal dan final, atau acak (di antara salah satu round dalam babak penyisihan). Di hari H, sebelum debat dimulai, kedua tim dipersilahkan untuk mendalami mosi dan mempersiapkan argumen selama 30 menit (case-building). Biasanya, tim Pemerintah melakukan case-building di dalam ruang debat, sementara tim Oposisi di luar ruangan debat.
TUGAS TIAP PEMBICARA
Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Mendefinisikan mosi dan parameter (ruang lingkup) debat
       Memberikan sedikit latar belakang mengenai mengapa mosi tersebut dicetuskan, serta isu yang berkaitan
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Oposisi
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Oposisi
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Oposisi
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara kedua pihak Pemerintah
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Pemerintah
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Pemerintah
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Reply Speech
       Memberikan ringkasan mengenai jalannya debat
       Memperkuat posisi tim masing-masing
PENJURIAN
Juri (adjudicator) dalam format Asian Parliamentary terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri bisa memberikan voting-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous (kesepakatan bersama) ataupun voting.
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
Dua meja panjang untuk kedua tim, dua meja kecil untuk juri, enam kursi untuk anggota tim, dua kursi untuk wasit debat dan time keeper. Beberapa kursi sesuai dengan jumlah juri serta satu meja panjang untuk juri. Satu papan tulis untuk mencatat nama-nama anggota tim dan waktu berbicara, dan mosi. Satu stopwatch untuk menghitung waktu. Satu podium.
SKEMA RUANGAN DEBAT

WASIT DEBAT

 



OPOSISI

 



PEMERINTAH

 



PAPAN TULIS

 



JURI

 



PODIUM

 

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE  \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>


TIME KEEPER

 

 

Lampiran 3

PETUNJUK PENILAIAN

TUGAS JURI
1.    Menilai lomba  secara keseluruhan
2.    Memberikan keputusan akhir tentang kemenangan (dengan voting)
3.    Memberikan pandangan umum tentang isi lomba
4.    Memberikan nasehat-nasehat bagi peningkatan lomba bahasa Inggris  di kemudian hari
ASPEK YANG DINILAI
1.   MATTER
2.   MANNER
3.   METHOD
URUTAN BERBICARA
Urutan lomba akan dilakukan dengan cara lotre yang nantinya dicatat oleh petugas administratif.
1.   MENILAI ISI (MATTER)
§      Relevan adalah keterkaitan antara pendapat dengan topik/mosi yang sedang dilombakan.
§      Bedakan antara pendapat yang kuat dengan pendapat yang lemah.
§      Contoh-contoh yang diberikan peserta  hanya mendukung pendapat, tetapi contoh-contoh itu tidak bisa menggantikan pendapat itu sendiri.
§      Juri harus melihat kasus yang valid dan kasus yang tidak valid (mendebatkan sesuatu di luar konteks pembicaraan dan tidak berusaha membuktikan apa yang seharusnya diperlukan untuk membahas topik/mosinya).
2.   MENILAI SIKAP (MANNER)
§      Sikap berkenaan dengan cara berbicara di hadapan publik dan cara memperdebatkan sebuah kasus.
§      Pertanyaan kuncinya:  “Apakah cara seperti itu tepat?”
§      Elemen penilaian sikap adalah: suara, penggunaan bahasa, penggunaan catatan, pandangan mata, bahasa tubuh, cara berdiri, berpakaian, kesan ketulusan hati, humor.
§      Sikap dinilai secara keseluruhan sebagai kesan yang ditimbulkan dari penggunaan keseluruhan elemen sikap di atas.
3.   MENILAI METODE (METHOD)
Penataan dan pengorganisasian ide pada pidato si pembicara. Sebuah pidato yang tertata dan terorganisir ciri-cirinya:
§      Mempunyai pembukaan yang menarik yang mampu menyedot perhatian juri dan penonton.
§      Mempunyai susunan kalimat yang jelas dan cukup mudah diterima apa tujuannya dan arah umum dari pidatonya.
§      Menunjukkan adanya urut-urutan yang logis dari ide-idenya dan juga menunjukkan adanya tahapan-tahapan yang jelas dari argumen pembicara.
§      Menunjukkan adanya penggunaan waktu bicara secara keseluruhan menurut porsinya dan membahas secara lengkap semua poin utamanya yang bisa mengarah ke tujuannya (melebihi batas waktu atau mengurangi batas waktu  menurunkan skor).
§      Mempunyai kesimpulan atau ringkasan dari semua poin-poin utama pidatonya.
§      Menunjukkan adanya penataan dan pengorganisasian atas keseluruhan kasus-kasus yang ditampilkan oleh sebuah tim. Contohnya: sebuah pendekatan berdasarkan tema lebih berkualitas daripada sekedar sekumpulan pidato yang argumennya berdiri sendiri-sendiri.
Hal-hal yang lain:
§      Bedakan antara isi (matter), sikap (manner) dan metode (method).
§      Tidak ada keputusan lomba dengan hasil seri; harus ada pemenangnya.
§      Pembicara terbaik dipilih di antara pembicara dalam pidato utama (pembicara pertama, kedua atau ketiga).
Skala Penilaian:
§                   Isi (matter): 40%; Sikap (manner): 40%; dan Metode (method): 20%.
LEMBAR PENILAIAN
Babak        :                                       Ruangan            : 
Moderator :                                       Pencatat Waktu   :

 

Topik :
                    Juri  : 
Affirmative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Negative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Pemenang              :  Affirmative/Negative                         Margin :   
Pembicara terbaik    :                                                            
                                                                                (                          )
                                                                                      Tanda Tangan
 

Skala Penilaian:
Pembicara substansi (pertama, kedua dan ketiga) dinilai:
Materi/Sikap
Metode
Skala
27
13
Kurang sekali
28 – 29
14
Kurang
30
15
Rata – rata
31 – 32
16
Bagus
33
17
Bagus sekali
Catatan :

Nilai tertinggi       : 83 Nilai secara umum : 70 – 80

Nilai tengah     : 75   Pembicara penutup dinilai setengah dari pembicara inti
Nilai terendah  : 67   Selisih nilai antara kedua tim harus berada antara 1 sampai 12
Lampiran 4
Alamat-alamat website yang dapat diakses untuk penguatan persiapan lomba debat dengan Asian Parliamentary Debating Format adalah sebagai berikut:
           http://id.wikipedia.org/wiki/Debat

>Kisi-Kisi Debat Bahasa Inggris SMK Th.2010


>

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Nasional
2010
                                                                
A. Pendahuluan
Salah satu fungsi pendidikan nasional adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan juga diarahkan untuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan (Pancasila dan UUD’45), termasuk cinta tanah air, semangat kejuangan dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Untuk mencapai sasaran tersebut, pendidikan ditekankan pada penanaman nilai-nilai agar:
a.   nilai-nilai Pancasila dan UUD ‘45 terinternalisasi secara optimal
b.   kepribadian siswa berkembang secara wajar dan tepat
c.    potensi dan kreativitas siswa berkembang secara terbuka
Untuk mengukur ketercapaian sasaran di atas, Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMK Ditjen Manajemen Dikdasmen melaksanakan kegiatan lomba Debat Berbahasa Inggris yang akan diwujudkan dalam tema-tema ke-Indonesiaan, yang salah satunya terkait dengan local genius.
Lomba debat berbahasa Inggris adalah kegiatan unjuk kemampuan para siswa SMK terbaik dari seluruh wilayah Indonesia dalam mengomunikasikan ide dan pikirannya dalam bahasa Inggris dengan menggunakan cara berpikir yang logis dan rasional serta cara berbicara yang bertata krama dan santun. Dengan kemampuan berpikir logis dan rasional serta kemampuan mempresentasikan ide dan pikiran secara beradab diharapkan mereka akan bisa berinteraksi dengan penuh rasa percaya diri di hadapan bangsa lain tanpa menanggalkan  nilai-nilai ke-Indonesiaan yang positif.
Pada tahun ini, Debat Berbahasa Inggris menerapkan model  Asian Parliamentary Debating Format, dengan penyesuaian waktu yang disediakan oleh panitia. Perubahan model dari yang biasanya dipakai, yatitu Australian Parliamentary Debatding Format, atau British Parliamentary Debating Format ke  Asian Parliamentary Debating Format yang dimulai tahun ini, adalah alasan efisiensi.
Secara garis besar,  format debat Asian Parliamentary melibatkan dua tim: tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara dengan juri dalam jumlah ganjil (dalam debat ini terdapat 3 juri dari kalangan perguruan tinggi).
                                                                                                                  
Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
1.   Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
2.   Pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
3.   Pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
4.   Pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
5.   Pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
6.   Pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
7.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
8.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Interupsi (POI: Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech). Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi. Untuk mengetahui model Asian Parliamentary Debating Format, silakan membaca Lampiran 2.
B. Tujuan
Secara umum lomba debat berbahasa Inggris bertujuan untuk memacu prestasi siswa/siswi sekolah menengah kejuruan di Indonesia dalam penguasaan bahasa Inggris. Lomba debat berbahasa Inggris berpotensi sebagai wahana untuk:
1.   memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris
2.                 meningkatkan kepercayaan diri siswa
3.                 meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi lisan dalam bahasa Inggris
4.                 memperluas wawasan dan pola pikir siswa, dan pada akhirnya
5.   mempersiapkan siswa agar mampu bersaing dalam era global ditinjau dari segi komunikasi bahasa Inggris
C. Peserta
Peserta lomba adalah siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) utusan setiap provinsi di seluruh Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:
1.   Setiap provinsi diwakili oleh 1 tim debat yang terdiri dari 3 orang siswa SMK yang masih aktif pada tahun ajaran 2010-2011
2.   Untuk pelaksanaan lomba debat setiap tim didaftarkan kepada panitia dengan menyerahkan dokumen berisi :
·      Nama provinsi
·      Nama-nama anggota tim debat
·      Nama guru pendamping atau pelatih
·      Fotokopi rapor terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 1 lembar, dan
·      Pasfoto ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 3 lembar
D. Materi Lomba
Materi lomba terdiri dari 1 (satu) jenis, yaitu: Lomba Debat Berbahasa Inggris (English Debate Competition dengan Asian Parliamentary Debating Format).
E. Tim Penguji
Terdiri dari :
o     3 juri
o     1 wasit
o     1 time keeper
F. Kriteria Pemenang Lomba
Pemenang lomba debat berbahasa Inggris ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang menilai dari aspek-aspek berikut:
1.   Matter (40%)
2.   Manner (40%)
3.   Method (20%)
         
G. Ketentuan Lomba
·      Waktu lomba
Waktu pelaksanaan lomba 3  hari
·      Pelaksanaan Lomba
a.   Setiap tim debat tampil selama kurang lebih 30 menit, sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kurang lebih selama 30 menit, dengan ketentuan sebagai kerikut:
1.   Urutan bicara
<!–[if gte vml 1]>

AFFIRMATIVE

PM AFF

DPM AFF

GW AFF

NEGATIVE

LO NEG

LO NEG

OW NEG

RS AFF

RS-NEG

<![endif]–>

 

2.   Lama pidato
Setiap pidato utama (substantial speech) berlangsung selama 4 menit 20 detik, dan pidato balasan (reply speech) selama 3 menit.
b.   Sistem Pertandingan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Babak Penyisihan mempertandingkan seluruh peserta masing-masing tiga kali dengan pola pertandingan sebagai berikut:
Skema Babak Penyisihan
Pertandingan Pertama:
Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8

 

dst. sampai sejumlah tim yang ada.
Apabila jumlah tim ganjil, untuk menggenapkannya akan dibentuk swing team dengan kemampuan setara.
Pertandingan Ke Dua:
Hasil pertandingan pertama akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). [Apabila terdapat dua (lebih) tim dengan hasil yang sama, urutan akan diputuskan oleh dewan juri.] Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Pertandingan Ke Tiga:
Seperti sebelumnya, hasil pertandingan ke dua juga akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Untuk mendapatkan Peringkat Nasional Debat Berbahasa Inggris SMK Tahun 2010, hasil pertandingan ke tiga akan diperingkat seperti proses sebelumnya.
Selanjutnya, dengan menggunakan Sistem Gugur, tim-tim yang menempati peringkat 1 s.d. 18 mengikuti pertandingan pada babak selanjutnya, yaitu: Babak 16 Besar (Octo/Perdelapan Final). Pemenang Babak Octo Final akan mengikuti Babak 8 Besar (Quarter/Perempat Final). Selanjutnya, pemenang Quarter Final mengikuti Babak 4 Besar (Semi Final). Yang kalah maupun yang menang pada Babak Semi Final akan saling dipertandingkan: yang kalah akan berebut juara III, sedangkan yang menang akan berebut juara I pada Babak Grand Final.
Skema perlombaan untuk Sistim Gugur pada Babak Octo Final, Quarter Final, Semi Final dan Grand Final adalah sebagai berikut:

Skema Babak 16

 

 

Tim 1             
Tim 2             
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim 9
Tim 10      
Tim 11
Tim 12
Tim 13
Tim 14
Tim 15
Tim 16
Tim 17
Tim 18
Tim-tim yang menang masuk ke Babak Quarter-Final.

Skema Babak 8 Besar/Quarter-Final:

 

 

Tim 1             
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim-tim pemenang masuk ke Babak Semi-Final.

Skema Babak 4 Besar/Semi Final:

 

 

Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim pemenang pada Babak Semi-Final akan bertemu pada pertandingan Grand Final untuk memperebutkan Juara I, sedangkan Tim yang kalah akan dipertandingkan untuk memperebutkan Juara III dan Harapan.
Babak 3rd-Place Final

Juara III dan Harapan

 

Tim A

Tim B
Babak Grand Final

Juara I dan II

 

Tim C

Tim D
c.    Format debat menggunakan Format Debat Parlemen Asia (Asian Parliamantery Debating Fornat) satu babak, yang menghadapkan dua tim: Tim Afirmatif dan Tim Negatif yang masing-masing berusaha meyakinkan Tim Ajudikator (Dewan Juri). Masing-masing tim menampilkan 3 pembicara utama (substantial speech) @ 5 menit dan 1 pembicara balasan (reply speech) @ 3 menit.
d.   Kejuaraan ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang akan menilai aspek-aspek berikut:
1.   Aspek Materi dengan bobot 40 %, yang meliputi unsur-unsur logika argumentasi dan relevansi argumen dengan topik, dll.
2.   Aspek Sikap dengan bobot 40 %, yang meliputi cara berbicara di hadapan publik dan cara mempresentasikan kasus, dll.
3.   Aspek Metode dengan bobot 20 %, yang meliputi struktur dan urutan pidato.
e.   Dewan Juri akan menentukan 3 tim pemenang debat: Juara I, II, III dan Harapan
f.     Selain itu, Dewan Juri akan menentukan 3 pembicara terbaik (best speakers).
g.   Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggugugat.
h.   Topik-topik (motion) untuk lomba debat diberikan setengah jam sebelum lomba dengan cara ditentukan berdasarkan prioritas pilihan masing-masing tim dari 3 topik (motion) yang ditawarkan yakni: nasionalisme, kecintaan kepada Bahasa Indonesia, kemandirian budaya, penguatan ke-Indonesiaan, dan local wisdom/genius.
i.     Daftar topik (motions) debat yang akan diperdebatkan dibuka untuk publik (peserta) pada awal bulan September 2010 via website: http://www.ditpsmk.net        
j.      Jadwal Kegiatan Lomba  (Lihat pada lampiran).
k.   Segala hal yang berkenaan dengan dokumentasi debat baik berupa tulisan maupun dalam bentuk rekaman audio dan video menjadi hak milik panitia penyelenggara dan akan digunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan di Indonesia.
l. Hal-hal lain yang belum tercantum pada ketentuan ini akan dibicarakan pada pertemuan teknis beberapa saat sebelum lomba.

H.Penutup

Hal-hal yang belum tercantum dalam lembar informasi ini akan diinformasikan pada waktu rapat teknis (technical meeting).
Jakarta, September  2010
Penanggung Jawab Bidang Lomba
Debat Berbahasa Inggris


Lampiran 1
Jadwal Kegiatan dan Tempat Lomba
No
Tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
1
Senin
08-112010
07.00 – 12.00 wib
Registrasi Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
13.00 – 14.00 wib
Chek In Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
15.00 – 17.00 wib
TCM
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 – 21.00 wib
Pembukaan
Hotel Shapir Yogyakarta
2
Selasa
09-112010  
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
3
Rabu
10-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
4
Kamis
11-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
5
Jumat
12-112010
08.00 wib 15.00
Pelaksanaan lomba Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 wib selesai
Penutupan Acara
Hotel Shapir Yogyakarta
6
Sabtu
13-112010
10.00 wib
Check Out
Hotel Shapir Yogyakarta
Lampiran 2
DEBAT BAHASA INGGRIS
FORMAT ASIAN PARLIAMENTARY
MEKANISME JALANNYA DEBAT
Format debat Asian parliamentary melibatkan dua tim; tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara. Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
a.   Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
b.   Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
c.    Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
d.   Pembicara kedua pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
e.   Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
f.     Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
g.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
h.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga).
Interupsi (POI; Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech).
Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi, contoh:
THBT (This House believes that) Globalization marginalizes the poor.
THW (This House would)  Legalize same -sex marriage
Penilaian debat nantinya menghasilkan margin (selisih nilai) antara tim Pemerintah dan Tim Oposisi. Margin berkisar antara 1-9 (1-4 disebut Close Margin; artinya salah satu tim menang dengan sedikit selisih (kalah tipis), 5-9 disebut Clear Margin; artinya salah satu tim menang mutlak). Tim yang menang berhak ditambah marginnya (contoh; +4), tim yang kalah harus dikurangi marginnya (contoh; -4).
ATURAN KOMPETISI
Umumnya, kompetisi debat di Indonesia memiliki aturan yang sama. Pertama, dalam babak penyisihan, tim yang berhak maju ke babak selanjutnya adalah 8 tim dengan peringkat tertinggi. Peringkat tertinggi dihitung berdasarkan banyaknya Victory Points (kemenangan) dan banyaknya Margin (apabila ada dua atau lebih tim yang memiliki jumlah Victory Points sama). Babak penyisihan biasanya terdiri dari 3-5 rounds—saat inilah seluruh peserta mengumpulkan sebanyak-banyaknya Victory Points dan Margin— dan terkadang diadakan round 0 (zero) di awal kompetisi yang bertujuan untuk pemanasan (nilai tidak dihitung). Sistem gugur biasanya hanya digunakan dalam babak eliminasi (perdelapan final, perempat final, semifinal dan final).
PERSIAPAN
Penentuan mosi (topik debat) bisa diberikan jauh hari sebelumnya dengan memberikan daftar pilihan mosi kepada peserta debat. Daftar mosi ini biasanya terdiri dari 10-30 mosi. Biasanya ini diperuntukkan bagi babak penyisihan. Atau, mosi baru diberitahu pada hari H kompetisi debat. Biasanya ini terjadi pada babak semifinal dan final, atau acak (di antara salah satu round dalam babak penyisihan). Di hari H, sebelum debat dimulai, kedua tim dipersilahkan untuk mendalami mosi dan mempersiapkan argumen selama 30 menit (case-building). Biasanya, tim Pemerintah melakukan case-building di dalam ruang debat, sementara tim Oposisi di luar ruangan debat.
TUGAS TIAP PEMBICARA
Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Mendefinisikan mosi dan parameter (ruang lingkup) debat
       Memberikan sedikit latar belakang mengenai mengapa mosi tersebut dicetuskan, serta isu yang berkaitan
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Oposisi
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Oposisi
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Oposisi
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara kedua pihak Pemerintah
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Pemerintah
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Pemerintah
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Reply Speech
       Memberikan ringkasan mengenai jalannya debat
       Memperkuat posisi tim masing-masing
PENJURIAN
Juri (adjudicator) dalam format Asian Parliamentary terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri bisa memberikan voting-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous (kesepakatan bersama) ataupun voting.
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
Dua meja panjang untuk kedua tim, dua meja kecil untuk juri, enam kursi untuk anggota tim, dua kursi untuk wasit debat dan time keeper. Beberapa kursi sesuai dengan jumlah juri serta satu meja panjang untuk juri. Satu papan tulis untuk mencatat nama-nama anggota tim dan waktu berbicara, dan mosi. Satu stopwatch untuk menghitung waktu. Satu podium.
SKEMA RUANGAN DEBAT

WASIT DEBAT

 



OPOSISI

 



PEMERINTAH

 



PAPAN TULIS

 



JURI

 



PODIUM

 

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE  \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>


TIME KEEPER

 

 

Lampiran 3

PETUNJUK PENILAIAN

TUGAS JURI
1.    Menilai lomba  secara keseluruhan
2.    Memberikan keputusan akhir tentang kemenangan (dengan voting)
3.    Memberikan pandangan umum tentang isi lomba
4.    Memberikan nasehat-nasehat bagi peningkatan lomba bahasa Inggris  di kemudian hari
ASPEK YANG DINILAI
1.   MATTER
2.   MANNER
3.   METHOD
URUTAN BERBICARA
Urutan lomba akan dilakukan dengan cara lotre yang nantinya dicatat oleh petugas administratif.
1.   MENILAI ISI (MATTER)
§      Relevan adalah keterkaitan antara pendapat dengan topik/mosi yang sedang dilombakan.
§      Bedakan antara pendapat yang kuat dengan pendapat yang lemah.
§      Contoh-contoh yang diberikan peserta  hanya mendukung pendapat, tetapi contoh-contoh itu tidak bisa menggantikan pendapat itu sendiri.
§      Juri harus melihat kasus yang valid dan kasus yang tidak valid (mendebatkan sesuatu di luar konteks pembicaraan dan tidak berusaha membuktikan apa yang seharusnya diperlukan untuk membahas topik/mosinya).
2.   MENILAI SIKAP (MANNER)
§      Sikap berkenaan dengan cara berbicara di hadapan publik dan cara memperdebatkan sebuah kasus.
§      Pertanyaan kuncinya:  “Apakah cara seperti itu tepat?”
§      Elemen penilaian sikap adalah: suara, penggunaan bahasa, penggunaan catatan, pandangan mata, bahasa tubuh, cara berdiri, berpakaian, kesan ketulusan hati, humor.
§      Sikap dinilai secara keseluruhan sebagai kesan yang ditimbulkan dari penggunaan keseluruhan elemen sikap di atas.
3.   MENILAI METODE (METHOD)
Penataan dan pengorganisasian ide pada pidato si pembicara. Sebuah pidato yang tertata dan terorganisir ciri-cirinya:
§      Mempunyai pembukaan yang menarik yang mampu menyedot perhatian juri dan penonton.
§      Mempunyai susunan kalimat yang jelas dan cukup mudah diterima apa tujuannya dan arah umum dari pidatonya.
§      Menunjukkan adanya urut-urutan yang logis dari ide-idenya dan juga menunjukkan adanya tahapan-tahapan yang jelas dari argumen pembicara.
§      Menunjukkan adanya penggunaan waktu bicara secara keseluruhan menurut porsinya dan membahas secara lengkap semua poin utamanya yang bisa mengarah ke tujuannya (melebihi batas waktu atau mengurangi batas waktu  menurunkan skor).
§      Mempunyai kesimpulan atau ringkasan dari semua poin-poin utama pidatonya.
§      Menunjukkan adanya penataan dan pengorganisasian atas keseluruhan kasus-kasus yang ditampilkan oleh sebuah tim. Contohnya: sebuah pendekatan berdasarkan tema lebih berkualitas daripada sekedar sekumpulan pidato yang argumennya berdiri sendiri-sendiri.
Hal-hal yang lain:
§      Bedakan antara isi (matter), sikap (manner) dan metode (method).
§      Tidak ada keputusan lomba dengan hasil seri; harus ada pemenangnya.
§      Pembicara terbaik dipilih di antara pembicara dalam pidato utama (pembicara pertama, kedua atau ketiga).
Skala Penilaian:
§                   Isi (matter): 40%; Sikap (manner): 40%; dan Metode (method): 20%.
LEMBAR PENILAIAN
Babak        :                                       Ruangan            : 
Moderator :                                       Pencatat Waktu   :

 

Topik :
                    Juri  : 
Affirmative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Negative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Pemenang              :  Affirmative/Negative                         Margin :   
Pembicara terbaik    :                                                            
                                                                                (                          )
                                                                                      Tanda Tangan
 

Skala Penilaian:
Pembicara substansi (pertama, kedua dan ketiga) dinilai:
Materi/Sikap
Metode
Skala
27
13
Kurang sekali
28 – 29
14
Kurang
30
15
Rata – rata
31 – 32
16
Bagus
33
17
Bagus sekali
Catatan :

Nilai tertinggi       : 83 Nilai secara umum : 70 – 80

Nilai tengah     : 75   Pembicara penutup dinilai setengah dari pembicara inti
Nilai terendah  : 67   Selisih nilai antara kedua tim harus berada antara 1 sampai 12
Lampiran 4
Alamat-alamat website yang dapat diakses untuk penguatan persiapan lomba debat dengan Asian Parliamentary Debating Format adalah sebagai berikut:
           http://id.wikipedia.org/wiki/Debat

>Kisi-Kisi Debat Bahasa Inggris SMK Th.2010


>

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Nasional
2010
                                                                
A. Pendahuluan
Salah satu fungsi pendidikan nasional adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan juga diarahkan untuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan (Pancasila dan UUD’45), termasuk cinta tanah air, semangat kejuangan dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Untuk mencapai sasaran tersebut, pendidikan ditekankan pada penanaman nilai-nilai agar:
a.   nilai-nilai Pancasila dan UUD ‘45 terinternalisasi secara optimal
b.   kepribadian siswa berkembang secara wajar dan tepat
c.    potensi dan kreativitas siswa berkembang secara terbuka
Untuk mengukur ketercapaian sasaran di atas, Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMK Ditjen Manajemen Dikdasmen melaksanakan kegiatan lomba Debat Berbahasa Inggris yang akan diwujudkan dalam tema-tema ke-Indonesiaan, yang salah satunya terkait dengan local genius.
Lomba debat berbahasa Inggris adalah kegiatan unjuk kemampuan para siswa SMK terbaik dari seluruh wilayah Indonesia dalam mengomunikasikan ide dan pikirannya dalam bahasa Inggris dengan menggunakan cara berpikir yang logis dan rasional serta cara berbicara yang bertata krama dan santun. Dengan kemampuan berpikir logis dan rasional serta kemampuan mempresentasikan ide dan pikiran secara beradab diharapkan mereka akan bisa berinteraksi dengan penuh rasa percaya diri di hadapan bangsa lain tanpa menanggalkan  nilai-nilai ke-Indonesiaan yang positif.
Pada tahun ini, Debat Berbahasa Inggris menerapkan model  Asian Parliamentary Debating Format, dengan penyesuaian waktu yang disediakan oleh panitia. Perubahan model dari yang biasanya dipakai, yatitu Australian Parliamentary Debatding Format, atau British Parliamentary Debating Format ke  Asian Parliamentary Debating Format yang dimulai tahun ini, adalah alasan efisiensi.
Secara garis besar,  format debat Asian Parliamentary melibatkan dua tim: tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara dengan juri dalam jumlah ganjil (dalam debat ini terdapat 3 juri dari kalangan perguruan tinggi).
                                                                                                                  
Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
1.   Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
2.   Pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
3.   Pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
4.   Pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
5.   Pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
6.   Pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
7.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
8.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Interupsi (POI: Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech). Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi. Untuk mengetahui model Asian Parliamentary Debating Format, silakan membaca Lampiran 2.
B. Tujuan
Secara umum lomba debat berbahasa Inggris bertujuan untuk memacu prestasi siswa/siswi sekolah menengah kejuruan di Indonesia dalam penguasaan bahasa Inggris. Lomba debat berbahasa Inggris berpotensi sebagai wahana untuk:
1.   memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris
2.                 meningkatkan kepercayaan diri siswa
3.                 meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi lisan dalam bahasa Inggris
4.                 memperluas wawasan dan pola pikir siswa, dan pada akhirnya
5.   mempersiapkan siswa agar mampu bersaing dalam era global ditinjau dari segi komunikasi bahasa Inggris
C. Peserta
Peserta lomba adalah siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) utusan setiap provinsi di seluruh Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:
1.   Setiap provinsi diwakili oleh 1 tim debat yang terdiri dari 3 orang siswa SMK yang masih aktif pada tahun ajaran 2010-2011
2.   Untuk pelaksanaan lomba debat setiap tim didaftarkan kepada panitia dengan menyerahkan dokumen berisi :
·      Nama provinsi
·      Nama-nama anggota tim debat
·      Nama guru pendamping atau pelatih
·      Fotokopi rapor terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 1 lembar, dan
·      Pasfoto ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 3 lembar
D. Materi Lomba
Materi lomba terdiri dari 1 (satu) jenis, yaitu: Lomba Debat Berbahasa Inggris (English Debate Competition dengan Asian Parliamentary Debating Format).
E. Tim Penguji
Terdiri dari :
o     3 juri
o     1 wasit
o     1 time keeper
F. Kriteria Pemenang Lomba
Pemenang lomba debat berbahasa Inggris ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang menilai dari aspek-aspek berikut:
1.   Matter (40%)
2.   Manner (40%)
3.   Method (20%)
         
G. Ketentuan Lomba
·      Waktu lomba
Waktu pelaksanaan lomba 3  hari
·      Pelaksanaan Lomba
a.   Setiap tim debat tampil selama kurang lebih 30 menit, sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kurang lebih selama 30 menit, dengan ketentuan sebagai kerikut:
1.   Urutan bicara
<!–[if gte vml 1]>

AFFIRMATIVE

PM AFF

DPM AFF

GW AFF

NEGATIVE

LO NEG

LO NEG

OW NEG

RS AFF

RS-NEG

<![endif]–>

 

2.   Lama pidato
Setiap pidato utama (substantial speech) berlangsung selama 4 menit 20 detik, dan pidato balasan (reply speech) selama 3 menit.
b.   Sistem Pertandingan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Babak Penyisihan mempertandingkan seluruh peserta masing-masing tiga kali dengan pola pertandingan sebagai berikut:
Skema Babak Penyisihan
Pertandingan Pertama:
Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8

 

dst. sampai sejumlah tim yang ada.
Apabila jumlah tim ganjil, untuk menggenapkannya akan dibentuk swing team dengan kemampuan setara.
Pertandingan Ke Dua:
Hasil pertandingan pertama akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). [Apabila terdapat dua (lebih) tim dengan hasil yang sama, urutan akan diputuskan oleh dewan juri.] Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Pertandingan Ke Tiga:
Seperti sebelumnya, hasil pertandingan ke dua juga akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Untuk mendapatkan Peringkat Nasional Debat Berbahasa Inggris SMK Tahun 2010, hasil pertandingan ke tiga akan diperingkat seperti proses sebelumnya.
Selanjutnya, dengan menggunakan Sistem Gugur, tim-tim yang menempati peringkat 1 s.d. 18 mengikuti pertandingan pada babak selanjutnya, yaitu: Babak 16 Besar (Octo/Perdelapan Final). Pemenang Babak Octo Final akan mengikuti Babak 8 Besar (Quarter/Perempat Final). Selanjutnya, pemenang Quarter Final mengikuti Babak 4 Besar (Semi Final). Yang kalah maupun yang menang pada Babak Semi Final akan saling dipertandingkan: yang kalah akan berebut juara III, sedangkan yang menang akan berebut juara I pada Babak Grand Final.
Skema perlombaan untuk Sistim Gugur pada Babak Octo Final, Quarter Final, Semi Final dan Grand Final adalah sebagai berikut:

Skema Babak 16

 

 

Tim 1             
Tim 2             
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim 9
Tim 10      
Tim 11
Tim 12
Tim 13
Tim 14
Tim 15
Tim 16
Tim 17
Tim 18
Tim-tim yang menang masuk ke Babak Quarter-Final.

Skema Babak 8 Besar/Quarter-Final:

 

 

Tim 1             
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim-tim pemenang masuk ke Babak Semi-Final.

Skema Babak 4 Besar/Semi Final:

 

 

Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim pemenang pada Babak Semi-Final akan bertemu pada pertandingan Grand Final untuk memperebutkan Juara I, sedangkan Tim yang kalah akan dipertandingkan untuk memperebutkan Juara III dan Harapan.
Babak 3rd-Place Final

Juara III dan Harapan

 

Tim A

Tim B
Babak Grand Final

Juara I dan II

 

Tim C

Tim D
c.    Format debat menggunakan Format Debat Parlemen Asia (Asian Parliamantery Debating Fornat) satu babak, yang menghadapkan dua tim: Tim Afirmatif dan Tim Negatif yang masing-masing berusaha meyakinkan Tim Ajudikator (Dewan Juri). Masing-masing tim menampilkan 3 pembicara utama (substantial speech) @ 5 menit dan 1 pembicara balasan (reply speech) @ 3 menit.
d.   Kejuaraan ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang akan menilai aspek-aspek berikut:
1.   Aspek Materi dengan bobot 40 %, yang meliputi unsur-unsur logika argumentasi dan relevansi argumen dengan topik, dll.
2.   Aspek Sikap dengan bobot 40 %, yang meliputi cara berbicara di hadapan publik dan cara mempresentasikan kasus, dll.
3.   Aspek Metode dengan bobot 20 %, yang meliputi struktur dan urutan pidato.
e.   Dewan Juri akan menentukan 3 tim pemenang debat: Juara I, II, III dan Harapan
f.     Selain itu, Dewan Juri akan menentukan 3 pembicara terbaik (best speakers).
g.   Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggugugat.
h.   Topik-topik (motion) untuk lomba debat diberikan setengah jam sebelum lomba dengan cara ditentukan berdasarkan prioritas pilihan masing-masing tim dari 3 topik (motion) yang ditawarkan yakni: nasionalisme, kecintaan kepada Bahasa Indonesia, kemandirian budaya, penguatan ke-Indonesiaan, dan local wisdom/genius.
i.     Daftar topik (motions) debat yang akan diperdebatkan dibuka untuk publik (peserta) pada awal bulan September 2010 via website: http://www.ditpsmk.net        
j.      Jadwal Kegiatan Lomba  (Lihat pada lampiran).
k.   Segala hal yang berkenaan dengan dokumentasi debat baik berupa tulisan maupun dalam bentuk rekaman audio dan video menjadi hak milik panitia penyelenggara dan akan digunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan di Indonesia.
l. Hal-hal lain yang belum tercantum pada ketentuan ini akan dibicarakan pada pertemuan teknis beberapa saat sebelum lomba.

H.Penutup

Hal-hal yang belum tercantum dalam lembar informasi ini akan diinformasikan pada waktu rapat teknis (technical meeting).
Jakarta, September  2010
Penanggung Jawab Bidang Lomba
Debat Berbahasa Inggris


Lampiran 1
Jadwal Kegiatan dan Tempat Lomba
No
Tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
1
Senin
08-112010
07.00 – 12.00 wib
Registrasi Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
13.00 – 14.00 wib
Chek In Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
15.00 – 17.00 wib
TCM
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 – 21.00 wib
Pembukaan
Hotel Shapir Yogyakarta
2
Selasa
09-112010  
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
3
Rabu
10-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
4
Kamis
11-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
5
Jumat
12-112010
08.00 wib 15.00
Pelaksanaan lomba Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 wib selesai
Penutupan Acara
Hotel Shapir Yogyakarta
6
Sabtu
13-112010
10.00 wib
Check Out
Hotel Shapir Yogyakarta
Lampiran 2
DEBAT BAHASA INGGRIS
FORMAT ASIAN PARLIAMENTARY
MEKANISME JALANNYA DEBAT
Format debat Asian parliamentary melibatkan dua tim; tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara. Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
a.   Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
b.   Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
c.    Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
d.   Pembicara kedua pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
e.   Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
f.     Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
g.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
h.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga).
Interupsi (POI; Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech).
Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi, contoh:
THBT (This House believes that) Globalization marginalizes the poor.
THW (This House would)  Legalize same -sex marriage
Penilaian debat nantinya menghasilkan margin (selisih nilai) antara tim Pemerintah dan Tim Oposisi. Margin berkisar antara 1-9 (1-4 disebut Close Margin; artinya salah satu tim menang dengan sedikit selisih (kalah tipis), 5-9 disebut Clear Margin; artinya salah satu tim menang mutlak). Tim yang menang berhak ditambah marginnya (contoh; +4), tim yang kalah harus dikurangi marginnya (contoh; -4).
ATURAN KOMPETISI
Umumnya, kompetisi debat di Indonesia memiliki aturan yang sama. Pertama, dalam babak penyisihan, tim yang berhak maju ke babak selanjutnya adalah 8 tim dengan peringkat tertinggi. Peringkat tertinggi dihitung berdasarkan banyaknya Victory Points (kemenangan) dan banyaknya Margin (apabila ada dua atau lebih tim yang memiliki jumlah Victory Points sama). Babak penyisihan biasanya terdiri dari 3-5 rounds—saat inilah seluruh peserta mengumpulkan sebanyak-banyaknya Victory Points dan Margin— dan terkadang diadakan round 0 (zero) di awal kompetisi yang bertujuan untuk pemanasan (nilai tidak dihitung). Sistem gugur biasanya hanya digunakan dalam babak eliminasi (perdelapan final, perempat final, semifinal dan final).
PERSIAPAN
Penentuan mosi (topik debat) bisa diberikan jauh hari sebelumnya dengan memberikan daftar pilihan mosi kepada peserta debat. Daftar mosi ini biasanya terdiri dari 10-30 mosi. Biasanya ini diperuntukkan bagi babak penyisihan. Atau, mosi baru diberitahu pada hari H kompetisi debat. Biasanya ini terjadi pada babak semifinal dan final, atau acak (di antara salah satu round dalam babak penyisihan). Di hari H, sebelum debat dimulai, kedua tim dipersilahkan untuk mendalami mosi dan mempersiapkan argumen selama 30 menit (case-building). Biasanya, tim Pemerintah melakukan case-building di dalam ruang debat, sementara tim Oposisi di luar ruangan debat.
TUGAS TIAP PEMBICARA
Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Mendefinisikan mosi dan parameter (ruang lingkup) debat
       Memberikan sedikit latar belakang mengenai mengapa mosi tersebut dicetuskan, serta isu yang berkaitan
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Oposisi
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Oposisi
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Oposisi
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara kedua pihak Pemerintah
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Pemerintah
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Pemerintah
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Reply Speech
       Memberikan ringkasan mengenai jalannya debat
       Memperkuat posisi tim masing-masing
PENJURIAN
Juri (adjudicator) dalam format Asian Parliamentary terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri bisa memberikan voting-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous (kesepakatan bersama) ataupun voting.
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
Dua meja panjang untuk kedua tim, dua meja kecil untuk juri, enam kursi untuk anggota tim, dua kursi untuk wasit debat dan time keeper. Beberapa kursi sesuai dengan jumlah juri serta satu meja panjang untuk juri. Satu papan tulis untuk mencatat nama-nama anggota tim dan waktu berbicara, dan mosi. Satu stopwatch untuk menghitung waktu. Satu podium.
SKEMA RUANGAN DEBAT

WASIT DEBAT

 



OPOSISI

 



PEMERINTAH

 



PAPAN TULIS

 



JURI

 



PODIUM

 

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE  \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>


TIME KEEPER

 

 

Lampiran 3

PETUNJUK PENILAIAN

TUGAS JURI
1.    Menilai lomba  secara keseluruhan
2.    Memberikan keputusan akhir tentang kemenangan (dengan voting)
3.    Memberikan pandangan umum tentang isi lomba
4.    Memberikan nasehat-nasehat bagi peningkatan lomba bahasa Inggris  di kemudian hari
ASPEK YANG DINILAI
1.   MATTER
2.   MANNER
3.   METHOD
URUTAN BERBICARA
Urutan lomba akan dilakukan dengan cara lotre yang nantinya dicatat oleh petugas administratif.
1.   MENILAI ISI (MATTER)
§      Relevan adalah keterkaitan antara pendapat dengan topik/mosi yang sedang dilombakan.
§      Bedakan antara pendapat yang kuat dengan pendapat yang lemah.
§      Contoh-contoh yang diberikan peserta  hanya mendukung pendapat, tetapi contoh-contoh itu tidak bisa menggantikan pendapat itu sendiri.
§      Juri harus melihat kasus yang valid dan kasus yang tidak valid (mendebatkan sesuatu di luar konteks pembicaraan dan tidak berusaha membuktikan apa yang seharusnya diperlukan untuk membahas topik/mosinya).
2.   MENILAI SIKAP (MANNER)
§      Sikap berkenaan dengan cara berbicara di hadapan publik dan cara memperdebatkan sebuah kasus.
§      Pertanyaan kuncinya:  “Apakah cara seperti itu tepat?”
§      Elemen penilaian sikap adalah: suara, penggunaan bahasa, penggunaan catatan, pandangan mata, bahasa tubuh, cara berdiri, berpakaian, kesan ketulusan hati, humor.
§      Sikap dinilai secara keseluruhan sebagai kesan yang ditimbulkan dari penggunaan keseluruhan elemen sikap di atas.
3.   MENILAI METODE (METHOD)
Penataan dan pengorganisasian ide pada pidato si pembicara. Sebuah pidato yang tertata dan terorganisir ciri-cirinya:
§      Mempunyai pembukaan yang menarik yang mampu menyedot perhatian juri dan penonton.
§      Mempunyai susunan kalimat yang jelas dan cukup mudah diterima apa tujuannya dan arah umum dari pidatonya.
§      Menunjukkan adanya urut-urutan yang logis dari ide-idenya dan juga menunjukkan adanya tahapan-tahapan yang jelas dari argumen pembicara.
§      Menunjukkan adanya penggunaan waktu bicara secara keseluruhan menurut porsinya dan membahas secara lengkap semua poin utamanya yang bisa mengarah ke tujuannya (melebihi batas waktu atau mengurangi batas waktu  menurunkan skor).
§      Mempunyai kesimpulan atau ringkasan dari semua poin-poin utama pidatonya.
§      Menunjukkan adanya penataan dan pengorganisasian atas keseluruhan kasus-kasus yang ditampilkan oleh sebuah tim. Contohnya: sebuah pendekatan berdasarkan tema lebih berkualitas daripada sekedar sekumpulan pidato yang argumennya berdiri sendiri-sendiri.
Hal-hal yang lain:
§      Bedakan antara isi (matter), sikap (manner) dan metode (method).
§      Tidak ada keputusan lomba dengan hasil seri; harus ada pemenangnya.
§      Pembicara terbaik dipilih di antara pembicara dalam pidato utama (pembicara pertama, kedua atau ketiga).
Skala Penilaian:
§                   Isi (matter): 40%; Sikap (manner): 40%; dan Metode (method): 20%.
LEMBAR PENILAIAN
Babak        :                                       Ruangan            : 
Moderator :                                       Pencatat Waktu   :

 

Topik :
                    Juri  : 
Affirmative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Negative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Pemenang              :  Affirmative/Negative                         Margin :   
Pembicara terbaik    :                                                            
                                                                                (                          )
                                                                                      Tanda Tangan
 

Skala Penilaian:
Pembicara substansi (pertama, kedua dan ketiga) dinilai:
Materi/Sikap
Metode
Skala
27
13
Kurang sekali
28 – 29
14
Kurang
30
15
Rata – rata
31 – 32
16
Bagus
33
17
Bagus sekali
Catatan :

Nilai tertinggi       : 83 Nilai secara umum : 70 – 80

Nilai tengah     : 75   Pembicara penutup dinilai setengah dari pembicara inti
Nilai terendah  : 67   Selisih nilai antara kedua tim harus berada antara 1 sampai 12
Lampiran 4
Alamat-alamat website yang dapat diakses untuk penguatan persiapan lomba debat dengan Asian Parliamentary Debating Format adalah sebagai berikut:
           http://id.wikipedia.org/wiki/Debat

>Kisi-Kisi Debat Bahasa Inggris SMK Th.2010


>

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Nasional
2010
                                                                
A. Pendahuluan
Salah satu fungsi pendidikan nasional adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan juga diarahkan untuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan (Pancasila dan UUD’45), termasuk cinta tanah air, semangat kejuangan dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Untuk mencapai sasaran tersebut, pendidikan ditekankan pada penanaman nilai-nilai agar:
a.   nilai-nilai Pancasila dan UUD ‘45 terinternalisasi secara optimal
b.   kepribadian siswa berkembang secara wajar dan tepat
c.    potensi dan kreativitas siswa berkembang secara terbuka
Untuk mengukur ketercapaian sasaran di atas, Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMK Ditjen Manajemen Dikdasmen melaksanakan kegiatan lomba Debat Berbahasa Inggris yang akan diwujudkan dalam tema-tema ke-Indonesiaan, yang salah satunya terkait dengan local genius.
Lomba debat berbahasa Inggris adalah kegiatan unjuk kemampuan para siswa SMK terbaik dari seluruh wilayah Indonesia dalam mengomunikasikan ide dan pikirannya dalam bahasa Inggris dengan menggunakan cara berpikir yang logis dan rasional serta cara berbicara yang bertata krama dan santun. Dengan kemampuan berpikir logis dan rasional serta kemampuan mempresentasikan ide dan pikiran secara beradab diharapkan mereka akan bisa berinteraksi dengan penuh rasa percaya diri di hadapan bangsa lain tanpa menanggalkan  nilai-nilai ke-Indonesiaan yang positif.
Pada tahun ini, Debat Berbahasa Inggris menerapkan model  Asian Parliamentary Debating Format, dengan penyesuaian waktu yang disediakan oleh panitia. Perubahan model dari yang biasanya dipakai, yatitu Australian Parliamentary Debatding Format, atau British Parliamentary Debating Format ke  Asian Parliamentary Debating Format yang dimulai tahun ini, adalah alasan efisiensi.
Secara garis besar,  format debat Asian Parliamentary melibatkan dua tim: tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara dengan juri dalam jumlah ganjil (dalam debat ini terdapat 3 juri dari kalangan perguruan tinggi).
                                                                                                                  
Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
1.   Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
2.   Pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
3.   Pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
4.   Pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
5.   Pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
6.   Pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
7.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
8.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Interupsi (POI: Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech). Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi. Untuk mengetahui model Asian Parliamentary Debating Format, silakan membaca Lampiran 2.
B. Tujuan
Secara umum lomba debat berbahasa Inggris bertujuan untuk memacu prestasi siswa/siswi sekolah menengah kejuruan di Indonesia dalam penguasaan bahasa Inggris. Lomba debat berbahasa Inggris berpotensi sebagai wahana untuk:
1.   memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris
2.                 meningkatkan kepercayaan diri siswa
3.                 meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi lisan dalam bahasa Inggris
4.                 memperluas wawasan dan pola pikir siswa, dan pada akhirnya
5.   mempersiapkan siswa agar mampu bersaing dalam era global ditinjau dari segi komunikasi bahasa Inggris
C. Peserta
Peserta lomba adalah siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) utusan setiap provinsi di seluruh Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:
1.   Setiap provinsi diwakili oleh 1 tim debat yang terdiri dari 3 orang siswa SMK yang masih aktif pada tahun ajaran 2010-2011
2.   Untuk pelaksanaan lomba debat setiap tim didaftarkan kepada panitia dengan menyerahkan dokumen berisi :
·      Nama provinsi
·      Nama-nama anggota tim debat
·      Nama guru pendamping atau pelatih
·      Fotokopi rapor terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 1 lembar, dan
·      Pasfoto ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 3 lembar
D. Materi Lomba
Materi lomba terdiri dari 1 (satu) jenis, yaitu: Lomba Debat Berbahasa Inggris (English Debate Competition dengan Asian Parliamentary Debating Format).
E. Tim Penguji
Terdiri dari :
o     3 juri
o     1 wasit
o     1 time keeper
F. Kriteria Pemenang Lomba
Pemenang lomba debat berbahasa Inggris ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang menilai dari aspek-aspek berikut:
1.   Matter (40%)
2.   Manner (40%)
3.   Method (20%)
         
G. Ketentuan Lomba
·      Waktu lomba
Waktu pelaksanaan lomba 3  hari
·      Pelaksanaan Lomba
a.   Setiap tim debat tampil selama kurang lebih 30 menit, sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kurang lebih selama 30 menit, dengan ketentuan sebagai kerikut:
1.   Urutan bicara
<!–[if gte vml 1]>

AFFIRMATIVE

PM AFF

DPM AFF

GW AFF

NEGATIVE

LO NEG

LO NEG

OW NEG

RS AFF

RS-NEG

<![endif]–>

 

2.   Lama pidato
Setiap pidato utama (substantial speech) berlangsung selama 4 menit 20 detik, dan pidato balasan (reply speech) selama 3 menit.
b.   Sistem Pertandingan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Babak Penyisihan mempertandingkan seluruh peserta masing-masing tiga kali dengan pola pertandingan sebagai berikut:
Skema Babak Penyisihan
Pertandingan Pertama:
Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8

 

dst. sampai sejumlah tim yang ada.
Apabila jumlah tim ganjil, untuk menggenapkannya akan dibentuk swing team dengan kemampuan setara.
Pertandingan Ke Dua:
Hasil pertandingan pertama akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). [Apabila terdapat dua (lebih) tim dengan hasil yang sama, urutan akan diputuskan oleh dewan juri.] Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Pertandingan Ke Tiga:
Seperti sebelumnya, hasil pertandingan ke dua juga akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Untuk mendapatkan Peringkat Nasional Debat Berbahasa Inggris SMK Tahun 2010, hasil pertandingan ke tiga akan diperingkat seperti proses sebelumnya.
Selanjutnya, dengan menggunakan Sistem Gugur, tim-tim yang menempati peringkat 1 s.d. 18 mengikuti pertandingan pada babak selanjutnya, yaitu: Babak 16 Besar (Octo/Perdelapan Final). Pemenang Babak Octo Final akan mengikuti Babak 8 Besar (Quarter/Perempat Final). Selanjutnya, pemenang Quarter Final mengikuti Babak 4 Besar (Semi Final). Yang kalah maupun yang menang pada Babak Semi Final akan saling dipertandingkan: yang kalah akan berebut juara III, sedangkan yang menang akan berebut juara I pada Babak Grand Final.
Skema perlombaan untuk Sistim Gugur pada Babak Octo Final, Quarter Final, Semi Final dan Grand Final adalah sebagai berikut:

Skema Babak 16

 

 

Tim 1             
Tim 2             
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim 9
Tim 10      
Tim 11
Tim 12
Tim 13
Tim 14
Tim 15
Tim 16
Tim 17
Tim 18
Tim-tim yang menang masuk ke Babak Quarter-Final.

Skema Babak 8 Besar/Quarter-Final:

 

 

Tim 1             
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim-tim pemenang masuk ke Babak Semi-Final.

Skema Babak 4 Besar/Semi Final:

 

 

Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim pemenang pada Babak Semi-Final akan bertemu pada pertandingan Grand Final untuk memperebutkan Juara I, sedangkan Tim yang kalah akan dipertandingkan untuk memperebutkan Juara III dan Harapan.
Babak 3rd-Place Final

Juara III dan Harapan

 

Tim A

Tim B
Babak Grand Final

Juara I dan II

 

Tim C

Tim D
c.    Format debat menggunakan Format Debat Parlemen Asia (Asian Parliamantery Debating Fornat) satu babak, yang menghadapkan dua tim: Tim Afirmatif dan Tim Negatif yang masing-masing berusaha meyakinkan Tim Ajudikator (Dewan Juri). Masing-masing tim menampilkan 3 pembicara utama (substantial speech) @ 5 menit dan 1 pembicara balasan (reply speech) @ 3 menit.
d.   Kejuaraan ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang akan menilai aspek-aspek berikut:
1.   Aspek Materi dengan bobot 40 %, yang meliputi unsur-unsur logika argumentasi dan relevansi argumen dengan topik, dll.
2.   Aspek Sikap dengan bobot 40 %, yang meliputi cara berbicara di hadapan publik dan cara mempresentasikan kasus, dll.
3.   Aspek Metode dengan bobot 20 %, yang meliputi struktur dan urutan pidato.
e.   Dewan Juri akan menentukan 3 tim pemenang debat: Juara I, II, III dan Harapan
f.     Selain itu, Dewan Juri akan menentukan 3 pembicara terbaik (best speakers).
g.   Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggugugat.
h.   Topik-topik (motion) untuk lomba debat diberikan setengah jam sebelum lomba dengan cara ditentukan berdasarkan prioritas pilihan masing-masing tim dari 3 topik (motion) yang ditawarkan yakni: nasionalisme, kecintaan kepada Bahasa Indonesia, kemandirian budaya, penguatan ke-Indonesiaan, dan local wisdom/genius.
i.     Daftar topik (motions) debat yang akan diperdebatkan dibuka untuk publik (peserta) pada awal bulan September 2010 via website: http://www.ditpsmk.net        
j.      Jadwal Kegiatan Lomba  (Lihat pada lampiran).
k.   Segala hal yang berkenaan dengan dokumentasi debat baik berupa tulisan maupun dalam bentuk rekaman audio dan video menjadi hak milik panitia penyelenggara dan akan digunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan di Indonesia.
l. Hal-hal lain yang belum tercantum pada ketentuan ini akan dibicarakan pada pertemuan teknis beberapa saat sebelum lomba.

H.Penutup

Hal-hal yang belum tercantum dalam lembar informasi ini akan diinformasikan pada waktu rapat teknis (technical meeting).
Jakarta, September  2010
Penanggung Jawab Bidang Lomba
Debat Berbahasa Inggris


Lampiran 1
Jadwal Kegiatan dan Tempat Lomba
No
Tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
1
Senin
08-112010
07.00 – 12.00 wib
Registrasi Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
13.00 – 14.00 wib
Chek In Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
15.00 – 17.00 wib
TCM
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 – 21.00 wib
Pembukaan
Hotel Shapir Yogyakarta
2
Selasa
09-112010  
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
3
Rabu
10-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
4
Kamis
11-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
5
Jumat
12-112010
08.00 wib 15.00
Pelaksanaan lomba Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 wib selesai
Penutupan Acara
Hotel Shapir Yogyakarta
6
Sabtu
13-112010
10.00 wib
Check Out
Hotel Shapir Yogyakarta
Lampiran 2
DEBAT BAHASA INGGRIS
FORMAT ASIAN PARLIAMENTARY
MEKANISME JALANNYA DEBAT
Format debat Asian parliamentary melibatkan dua tim; tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara. Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
a.   Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
b.   Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
c.    Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
d.   Pembicara kedua pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
e.   Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
f.     Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
g.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
h.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga).
Interupsi (POI; Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech).
Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi, contoh:
THBT (This House believes that) Globalization marginalizes the poor.
THW (This House would)  Legalize same -sex marriage
Penilaian debat nantinya menghasilkan margin (selisih nilai) antara tim Pemerintah dan Tim Oposisi. Margin berkisar antara 1-9 (1-4 disebut Close Margin; artinya salah satu tim menang dengan sedikit selisih (kalah tipis), 5-9 disebut Clear Margin; artinya salah satu tim menang mutlak). Tim yang menang berhak ditambah marginnya (contoh; +4), tim yang kalah harus dikurangi marginnya (contoh; -4).
ATURAN KOMPETISI
Umumnya, kompetisi debat di Indonesia memiliki aturan yang sama. Pertama, dalam babak penyisihan, tim yang berhak maju ke babak selanjutnya adalah 8 tim dengan peringkat tertinggi. Peringkat tertinggi dihitung berdasarkan banyaknya Victory Points (kemenangan) dan banyaknya Margin (apabila ada dua atau lebih tim yang memiliki jumlah Victory Points sama). Babak penyisihan biasanya terdiri dari 3-5 rounds—saat inilah seluruh peserta mengumpulkan sebanyak-banyaknya Victory Points dan Margin— dan terkadang diadakan round 0 (zero) di awal kompetisi yang bertujuan untuk pemanasan (nilai tidak dihitung). Sistem gugur biasanya hanya digunakan dalam babak eliminasi (perdelapan final, perempat final, semifinal dan final).
PERSIAPAN
Penentuan mosi (topik debat) bisa diberikan jauh hari sebelumnya dengan memberikan daftar pilihan mosi kepada peserta debat. Daftar mosi ini biasanya terdiri dari 10-30 mosi. Biasanya ini diperuntukkan bagi babak penyisihan. Atau, mosi baru diberitahu pada hari H kompetisi debat. Biasanya ini terjadi pada babak semifinal dan final, atau acak (di antara salah satu round dalam babak penyisihan). Di hari H, sebelum debat dimulai, kedua tim dipersilahkan untuk mendalami mosi dan mempersiapkan argumen selama 30 menit (case-building). Biasanya, tim Pemerintah melakukan case-building di dalam ruang debat, sementara tim Oposisi di luar ruangan debat.
TUGAS TIAP PEMBICARA
Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Mendefinisikan mosi dan parameter (ruang lingkup) debat
       Memberikan sedikit latar belakang mengenai mengapa mosi tersebut dicetuskan, serta isu yang berkaitan
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Oposisi
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Oposisi
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Oposisi
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara kedua pihak Pemerintah
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Pemerintah
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Pemerintah
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Reply Speech
       Memberikan ringkasan mengenai jalannya debat
       Memperkuat posisi tim masing-masing
PENJURIAN
Juri (adjudicator) dalam format Asian Parliamentary terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri bisa memberikan voting-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous (kesepakatan bersama) ataupun voting.
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
Dua meja panjang untuk kedua tim, dua meja kecil untuk juri, enam kursi untuk anggota tim, dua kursi untuk wasit debat dan time keeper. Beberapa kursi sesuai dengan jumlah juri serta satu meja panjang untuk juri. Satu papan tulis untuk mencatat nama-nama anggota tim dan waktu berbicara, dan mosi. Satu stopwatch untuk menghitung waktu. Satu podium.
SKEMA RUANGAN DEBAT

WASIT DEBAT

 



OPOSISI

 



PEMERINTAH

 



PAPAN TULIS

 



JURI

 



PODIUM

 

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE  \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>


TIME KEEPER

 

 

Lampiran 3

PETUNJUK PENILAIAN

TUGAS JURI
1.    Menilai lomba  secara keseluruhan
2.    Memberikan keputusan akhir tentang kemenangan (dengan voting)
3.    Memberikan pandangan umum tentang isi lomba
4.    Memberikan nasehat-nasehat bagi peningkatan lomba bahasa Inggris  di kemudian hari
ASPEK YANG DINILAI
1.   MATTER
2.   MANNER
3.   METHOD
URUTAN BERBICARA
Urutan lomba akan dilakukan dengan cara lotre yang nantinya dicatat oleh petugas administratif.
1.   MENILAI ISI (MATTER)
§      Relevan adalah keterkaitan antara pendapat dengan topik/mosi yang sedang dilombakan.
§      Bedakan antara pendapat yang kuat dengan pendapat yang lemah.
§      Contoh-contoh yang diberikan peserta  hanya mendukung pendapat, tetapi contoh-contoh itu tidak bisa menggantikan pendapat itu sendiri.
§      Juri harus melihat kasus yang valid dan kasus yang tidak valid (mendebatkan sesuatu di luar konteks pembicaraan dan tidak berusaha membuktikan apa yang seharusnya diperlukan untuk membahas topik/mosinya).
2.   MENILAI SIKAP (MANNER)
§      Sikap berkenaan dengan cara berbicara di hadapan publik dan cara memperdebatkan sebuah kasus.
§      Pertanyaan kuncinya:  “Apakah cara seperti itu tepat?”
§      Elemen penilaian sikap adalah: suara, penggunaan bahasa, penggunaan catatan, pandangan mata, bahasa tubuh, cara berdiri, berpakaian, kesan ketulusan hati, humor.
§      Sikap dinilai secara keseluruhan sebagai kesan yang ditimbulkan dari penggunaan keseluruhan elemen sikap di atas.
3.   MENILAI METODE (METHOD)
Penataan dan pengorganisasian ide pada pidato si pembicara. Sebuah pidato yang tertata dan terorganisir ciri-cirinya:
§      Mempunyai pembukaan yang menarik yang mampu menyedot perhatian juri dan penonton.
§      Mempunyai susunan kalimat yang jelas dan cukup mudah diterima apa tujuannya dan arah umum dari pidatonya.
§      Menunjukkan adanya urut-urutan yang logis dari ide-idenya dan juga menunjukkan adanya tahapan-tahapan yang jelas dari argumen pembicara.
§      Menunjukkan adanya penggunaan waktu bicara secara keseluruhan menurut porsinya dan membahas secara lengkap semua poin utamanya yang bisa mengarah ke tujuannya (melebihi batas waktu atau mengurangi batas waktu  menurunkan skor).
§      Mempunyai kesimpulan atau ringkasan dari semua poin-poin utama pidatonya.
§      Menunjukkan adanya penataan dan pengorganisasian atas keseluruhan kasus-kasus yang ditampilkan oleh sebuah tim. Contohnya: sebuah pendekatan berdasarkan tema lebih berkualitas daripada sekedar sekumpulan pidato yang argumennya berdiri sendiri-sendiri.
Hal-hal yang lain:
§      Bedakan antara isi (matter), sikap (manner) dan metode (method).
§      Tidak ada keputusan lomba dengan hasil seri; harus ada pemenangnya.
§      Pembicara terbaik dipilih di antara pembicara dalam pidato utama (pembicara pertama, kedua atau ketiga).
Skala Penilaian:
§                   Isi (matter): 40%; Sikap (manner): 40%; dan Metode (method): 20%.
LEMBAR PENILAIAN
Babak        :                                       Ruangan            : 
Moderator :                                       Pencatat Waktu   :

 

Topik :
                    Juri  : 
Affirmative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Negative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Pemenang              :  Affirmative/Negative                         Margin :   
Pembicara terbaik    :                                                            
                                                                                (                          )
                                                                                      Tanda Tangan
 

Skala Penilaian:
Pembicara substansi (pertama, kedua dan ketiga) dinilai:
Materi/Sikap
Metode
Skala
27
13
Kurang sekali
28 – 29
14
Kurang
30
15
Rata – rata
31 – 32
16
Bagus
33
17
Bagus sekali
Catatan :

Nilai tertinggi       : 83 Nilai secara umum : 70 – 80

Nilai tengah     : 75   Pembicara penutup dinilai setengah dari pembicara inti
Nilai terendah  : 67   Selisih nilai antara kedua tim harus berada antara 1 sampai 12
Lampiran 4
Alamat-alamat website yang dapat diakses untuk penguatan persiapan lomba debat dengan Asian Parliamentary Debating Format adalah sebagai berikut:
           http://id.wikipedia.org/wiki/Debat

>Kisi-Kisi Debat Bahasa Inggris SMK Th.2010


>

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Nasional
2010
                                                                
A. Pendahuluan
Salah satu fungsi pendidikan nasional adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan juga diarahkan untuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan (Pancasila dan UUD’45), termasuk cinta tanah air, semangat kejuangan dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Untuk mencapai sasaran tersebut, pendidikan ditekankan pada penanaman nilai-nilai agar:
a.   nilai-nilai Pancasila dan UUD ‘45 terinternalisasi secara optimal
b.   kepribadian siswa berkembang secara wajar dan tepat
c.    potensi dan kreativitas siswa berkembang secara terbuka
Untuk mengukur ketercapaian sasaran di atas, Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMK Ditjen Manajemen Dikdasmen melaksanakan kegiatan lomba Debat Berbahasa Inggris yang akan diwujudkan dalam tema-tema ke-Indonesiaan, yang salah satunya terkait dengan local genius.
Lomba debat berbahasa Inggris adalah kegiatan unjuk kemampuan para siswa SMK terbaik dari seluruh wilayah Indonesia dalam mengomunikasikan ide dan pikirannya dalam bahasa Inggris dengan menggunakan cara berpikir yang logis dan rasional serta cara berbicara yang bertata krama dan santun. Dengan kemampuan berpikir logis dan rasional serta kemampuan mempresentasikan ide dan pikiran secara beradab diharapkan mereka akan bisa berinteraksi dengan penuh rasa percaya diri di hadapan bangsa lain tanpa menanggalkan  nilai-nilai ke-Indonesiaan yang positif.
Pada tahun ini, Debat Berbahasa Inggris menerapkan model  Asian Parliamentary Debating Format, dengan penyesuaian waktu yang disediakan oleh panitia. Perubahan model dari yang biasanya dipakai, yatitu Australian Parliamentary Debatding Format, atau British Parliamentary Debating Format ke  Asian Parliamentary Debating Format yang dimulai tahun ini, adalah alasan efisiensi.
Secara garis besar,  format debat Asian Parliamentary melibatkan dua tim: tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara dengan juri dalam jumlah ganjil (dalam debat ini terdapat 3 juri dari kalangan perguruan tinggi).
                                                                                                                  
Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
1.   Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
2.   Pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
3.   Pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
4.   Pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
5.   Pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
6.   Pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
7.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
8.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Interupsi (POI: Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech). Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi. Untuk mengetahui model Asian Parliamentary Debating Format, silakan membaca Lampiran 2.
B. Tujuan
Secara umum lomba debat berbahasa Inggris bertujuan untuk memacu prestasi siswa/siswi sekolah menengah kejuruan di Indonesia dalam penguasaan bahasa Inggris. Lomba debat berbahasa Inggris berpotensi sebagai wahana untuk:
1.   memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris
2.                 meningkatkan kepercayaan diri siswa
3.                 meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi lisan dalam bahasa Inggris
4.                 memperluas wawasan dan pola pikir siswa, dan pada akhirnya
5.   mempersiapkan siswa agar mampu bersaing dalam era global ditinjau dari segi komunikasi bahasa Inggris
C. Peserta
Peserta lomba adalah siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) utusan setiap provinsi di seluruh Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:
1.   Setiap provinsi diwakili oleh 1 tim debat yang terdiri dari 3 orang siswa SMK yang masih aktif pada tahun ajaran 2010-2011
2.   Untuk pelaksanaan lomba debat setiap tim didaftarkan kepada panitia dengan menyerahkan dokumen berisi :
·      Nama provinsi
·      Nama-nama anggota tim debat
·      Nama guru pendamping atau pelatih
·      Fotokopi rapor terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 1 lembar, dan
·      Pasfoto ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 3 lembar
D. Materi Lomba
Materi lomba terdiri dari 1 (satu) jenis, yaitu: Lomba Debat Berbahasa Inggris (English Debate Competition dengan Asian Parliamentary Debating Format).
E. Tim Penguji
Terdiri dari :
o     3 juri
o     1 wasit
o     1 time keeper
F. Kriteria Pemenang Lomba
Pemenang lomba debat berbahasa Inggris ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang menilai dari aspek-aspek berikut:
1.   Matter (40%)
2.   Manner (40%)
3.   Method (20%)
         
G. Ketentuan Lomba
·      Waktu lomba
Waktu pelaksanaan lomba 3  hari
·      Pelaksanaan Lomba
a.   Setiap tim debat tampil selama kurang lebih 30 menit, sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kurang lebih selama 30 menit, dengan ketentuan sebagai kerikut:
1.   Urutan bicara
<!–[if gte vml 1]>

AFFIRMATIVE

PM AFF

DPM AFF

GW AFF

NEGATIVE

LO NEG

LO NEG

OW NEG

RS AFF

RS-NEG

<![endif]–>

 

2.   Lama pidato
Setiap pidato utama (substantial speech) berlangsung selama 4 menit 20 detik, dan pidato balasan (reply speech) selama 3 menit.
b.   Sistem Pertandingan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Babak Penyisihan mempertandingkan seluruh peserta masing-masing tiga kali dengan pola pertandingan sebagai berikut:
Skema Babak Penyisihan
Pertandingan Pertama:
Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8

 

dst. sampai sejumlah tim yang ada.
Apabila jumlah tim ganjil, untuk menggenapkannya akan dibentuk swing team dengan kemampuan setara.
Pertandingan Ke Dua:
Hasil pertandingan pertama akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). [Apabila terdapat dua (lebih) tim dengan hasil yang sama, urutan akan diputuskan oleh dewan juri.] Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Pertandingan Ke Tiga:
Seperti sebelumnya, hasil pertandingan ke dua juga akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Untuk mendapatkan Peringkat Nasional Debat Berbahasa Inggris SMK Tahun 2010, hasil pertandingan ke tiga akan diperingkat seperti proses sebelumnya.
Selanjutnya, dengan menggunakan Sistem Gugur, tim-tim yang menempati peringkat 1 s.d. 18 mengikuti pertandingan pada babak selanjutnya, yaitu: Babak 16 Besar (Octo/Perdelapan Final). Pemenang Babak Octo Final akan mengikuti Babak 8 Besar (Quarter/Perempat Final). Selanjutnya, pemenang Quarter Final mengikuti Babak 4 Besar (Semi Final). Yang kalah maupun yang menang pada Babak Semi Final akan saling dipertandingkan: yang kalah akan berebut juara III, sedangkan yang menang akan berebut juara I pada Babak Grand Final.
Skema perlombaan untuk Sistim Gugur pada Babak Octo Final, Quarter Final, Semi Final dan Grand Final adalah sebagai berikut:

Skema Babak 16

 

 

Tim 1             
Tim 2             
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim 9
Tim 10      
Tim 11
Tim 12
Tim 13
Tim 14
Tim 15
Tim 16
Tim 17
Tim 18
Tim-tim yang menang masuk ke Babak Quarter-Final.

Skema Babak 8 Besar/Quarter-Final:

 

 

Tim 1             
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim-tim pemenang masuk ke Babak Semi-Final.

Skema Babak 4 Besar/Semi Final:

 

 

Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim pemenang pada Babak Semi-Final akan bertemu pada pertandingan Grand Final untuk memperebutkan Juara I, sedangkan Tim yang kalah akan dipertandingkan untuk memperebutkan Juara III dan Harapan.
Babak 3rd-Place Final

Juara III dan Harapan

 

Tim A

Tim B
Babak Grand Final

Juara I dan II

 

Tim C

Tim D
c.    Format debat menggunakan Format Debat Parlemen Asia (Asian Parliamantery Debating Fornat) satu babak, yang menghadapkan dua tim: Tim Afirmatif dan Tim Negatif yang masing-masing berusaha meyakinkan Tim Ajudikator (Dewan Juri). Masing-masing tim menampilkan 3 pembicara utama (substantial speech) @ 5 menit dan 1 pembicara balasan (reply speech) @ 3 menit.
d.   Kejuaraan ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang akan menilai aspek-aspek berikut:
1.   Aspek Materi dengan bobot 40 %, yang meliputi unsur-unsur logika argumentasi dan relevansi argumen dengan topik, dll.
2.   Aspek Sikap dengan bobot 40 %, yang meliputi cara berbicara di hadapan publik dan cara mempresentasikan kasus, dll.
3.   Aspek Metode dengan bobot 20 %, yang meliputi struktur dan urutan pidato.
e.   Dewan Juri akan menentukan 3 tim pemenang debat: Juara I, II, III dan Harapan
f.     Selain itu, Dewan Juri akan menentukan 3 pembicara terbaik (best speakers).
g.   Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggugugat.
h.   Topik-topik (motion) untuk lomba debat diberikan setengah jam sebelum lomba dengan cara ditentukan berdasarkan prioritas pilihan masing-masing tim dari 3 topik (motion) yang ditawarkan yakni: nasionalisme, kecintaan kepada Bahasa Indonesia, kemandirian budaya, penguatan ke-Indonesiaan, dan local wisdom/genius.
i.     Daftar topik (motions) debat yang akan diperdebatkan dibuka untuk publik (peserta) pada awal bulan September 2010 via website: http://www.ditpsmk.net        
j.      Jadwal Kegiatan Lomba  (Lihat pada lampiran).
k.   Segala hal yang berkenaan dengan dokumentasi debat baik berupa tulisan maupun dalam bentuk rekaman audio dan video menjadi hak milik panitia penyelenggara dan akan digunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan di Indonesia.
l. Hal-hal lain yang belum tercantum pada ketentuan ini akan dibicarakan pada pertemuan teknis beberapa saat sebelum lomba.

H.Penutup

Hal-hal yang belum tercantum dalam lembar informasi ini akan diinformasikan pada waktu rapat teknis (technical meeting).
Jakarta, September  2010
Penanggung Jawab Bidang Lomba
Debat Berbahasa Inggris


Lampiran 1
Jadwal Kegiatan dan Tempat Lomba
No
Tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
1
Senin
08-112010
07.00 – 12.00 wib
Registrasi Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
13.00 – 14.00 wib
Chek In Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
15.00 – 17.00 wib
TCM
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 – 21.00 wib
Pembukaan
Hotel Shapir Yogyakarta
2
Selasa
09-112010  
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
3
Rabu
10-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
4
Kamis
11-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
5
Jumat
12-112010
08.00 wib 15.00
Pelaksanaan lomba Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 wib selesai
Penutupan Acara
Hotel Shapir Yogyakarta
6
Sabtu
13-112010
10.00 wib
Check Out
Hotel Shapir Yogyakarta
Lampiran 2
DEBAT BAHASA INGGRIS
FORMAT ASIAN PARLIAMENTARY
MEKANISME JALANNYA DEBAT
Format debat Asian parliamentary melibatkan dua tim; tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara. Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
a.   Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
b.   Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
c.    Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
d.   Pembicara kedua pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
e.   Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
f.     Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
g.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
h.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga).
Interupsi (POI; Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech).
Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi, contoh:
THBT (This House believes that) Globalization marginalizes the poor.
THW (This House would)  Legalize same -sex marriage
Penilaian debat nantinya menghasilkan margin (selisih nilai) antara tim Pemerintah dan Tim Oposisi. Margin berkisar antara 1-9 (1-4 disebut Close Margin; artinya salah satu tim menang dengan sedikit selisih (kalah tipis), 5-9 disebut Clear Margin; artinya salah satu tim menang mutlak). Tim yang menang berhak ditambah marginnya (contoh; +4), tim yang kalah harus dikurangi marginnya (contoh; -4).
ATURAN KOMPETISI
Umumnya, kompetisi debat di Indonesia memiliki aturan yang sama. Pertama, dalam babak penyisihan, tim yang berhak maju ke babak selanjutnya adalah 8 tim dengan peringkat tertinggi. Peringkat tertinggi dihitung berdasarkan banyaknya Victory Points (kemenangan) dan banyaknya Margin (apabila ada dua atau lebih tim yang memiliki jumlah Victory Points sama). Babak penyisihan biasanya terdiri dari 3-5 rounds—saat inilah seluruh peserta mengumpulkan sebanyak-banyaknya Victory Points dan Margin— dan terkadang diadakan round 0 (zero) di awal kompetisi yang bertujuan untuk pemanasan (nilai tidak dihitung). Sistem gugur biasanya hanya digunakan dalam babak eliminasi (perdelapan final, perempat final, semifinal dan final).
PERSIAPAN
Penentuan mosi (topik debat) bisa diberikan jauh hari sebelumnya dengan memberikan daftar pilihan mosi kepada peserta debat. Daftar mosi ini biasanya terdiri dari 10-30 mosi. Biasanya ini diperuntukkan bagi babak penyisihan. Atau, mosi baru diberitahu pada hari H kompetisi debat. Biasanya ini terjadi pada babak semifinal dan final, atau acak (di antara salah satu round dalam babak penyisihan). Di hari H, sebelum debat dimulai, kedua tim dipersilahkan untuk mendalami mosi dan mempersiapkan argumen selama 30 menit (case-building). Biasanya, tim Pemerintah melakukan case-building di dalam ruang debat, sementara tim Oposisi di luar ruangan debat.
TUGAS TIAP PEMBICARA
Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Mendefinisikan mosi dan parameter (ruang lingkup) debat
       Memberikan sedikit latar belakang mengenai mengapa mosi tersebut dicetuskan, serta isu yang berkaitan
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Oposisi
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Oposisi
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Oposisi
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara kedua pihak Pemerintah
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Pemerintah
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Pemerintah
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Reply Speech
       Memberikan ringkasan mengenai jalannya debat
       Memperkuat posisi tim masing-masing
PENJURIAN
Juri (adjudicator) dalam format Asian Parliamentary terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri bisa memberikan voting-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous (kesepakatan bersama) ataupun voting.
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
Dua meja panjang untuk kedua tim, dua meja kecil untuk juri, enam kursi untuk anggota tim, dua kursi untuk wasit debat dan time keeper. Beberapa kursi sesuai dengan jumlah juri serta satu meja panjang untuk juri. Satu papan tulis untuk mencatat nama-nama anggota tim dan waktu berbicara, dan mosi. Satu stopwatch untuk menghitung waktu. Satu podium.
SKEMA RUANGAN DEBAT

WASIT DEBAT

 



OPOSISI

 



PEMERINTAH

 



PAPAN TULIS

 



JURI

 



PODIUM

 

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE  \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>


TIME KEEPER

 

 

Lampiran 3

PETUNJUK PENILAIAN

TUGAS JURI
1.    Menilai lomba  secara keseluruhan
2.    Memberikan keputusan akhir tentang kemenangan (dengan voting)
3.    Memberikan pandangan umum tentang isi lomba
4.    Memberikan nasehat-nasehat bagi peningkatan lomba bahasa Inggris  di kemudian hari
ASPEK YANG DINILAI
1.   MATTER
2.   MANNER
3.   METHOD
URUTAN BERBICARA
Urutan lomba akan dilakukan dengan cara lotre yang nantinya dicatat oleh petugas administratif.
1.   MENILAI ISI (MATTER)
§      Relevan adalah keterkaitan antara pendapat dengan topik/mosi yang sedang dilombakan.
§      Bedakan antara pendapat yang kuat dengan pendapat yang lemah.
§      Contoh-contoh yang diberikan peserta  hanya mendukung pendapat, tetapi contoh-contoh itu tidak bisa menggantikan pendapat itu sendiri.
§      Juri harus melihat kasus yang valid dan kasus yang tidak valid (mendebatkan sesuatu di luar konteks pembicaraan dan tidak berusaha membuktikan apa yang seharusnya diperlukan untuk membahas topik/mosinya).
2.   MENILAI SIKAP (MANNER)
§      Sikap berkenaan dengan cara berbicara di hadapan publik dan cara memperdebatkan sebuah kasus.
§      Pertanyaan kuncinya:  “Apakah cara seperti itu tepat?”
§      Elemen penilaian sikap adalah: suara, penggunaan bahasa, penggunaan catatan, pandangan mata, bahasa tubuh, cara berdiri, berpakaian, kesan ketulusan hati, humor.
§      Sikap dinilai secara keseluruhan sebagai kesan yang ditimbulkan dari penggunaan keseluruhan elemen sikap di atas.
3.   MENILAI METODE (METHOD)
Penataan dan pengorganisasian ide pada pidato si pembicara. Sebuah pidato yang tertata dan terorganisir ciri-cirinya:
§      Mempunyai pembukaan yang menarik yang mampu menyedot perhatian juri dan penonton.
§      Mempunyai susunan kalimat yang jelas dan cukup mudah diterima apa tujuannya dan arah umum dari pidatonya.
§      Menunjukkan adanya urut-urutan yang logis dari ide-idenya dan juga menunjukkan adanya tahapan-tahapan yang jelas dari argumen pembicara.
§      Menunjukkan adanya penggunaan waktu bicara secara keseluruhan menurut porsinya dan membahas secara lengkap semua poin utamanya yang bisa mengarah ke tujuannya (melebihi batas waktu atau mengurangi batas waktu  menurunkan skor).
§      Mempunyai kesimpulan atau ringkasan dari semua poin-poin utama pidatonya.
§      Menunjukkan adanya penataan dan pengorganisasian atas keseluruhan kasus-kasus yang ditampilkan oleh sebuah tim. Contohnya: sebuah pendekatan berdasarkan tema lebih berkualitas daripada sekedar sekumpulan pidato yang argumennya berdiri sendiri-sendiri.
Hal-hal yang lain:
§      Bedakan antara isi (matter), sikap (manner) dan metode (method).
§      Tidak ada keputusan lomba dengan hasil seri; harus ada pemenangnya.
§      Pembicara terbaik dipilih di antara pembicara dalam pidato utama (pembicara pertama, kedua atau ketiga).
Skala Penilaian:
§                   Isi (matter): 40%; Sikap (manner): 40%; dan Metode (method): 20%.
LEMBAR PENILAIAN
Babak        :                                       Ruangan            : 
Moderator :                                       Pencatat Waktu   :

 

Topik :
                    Juri  : 
Affirmative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Negative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Pemenang              :  Affirmative/Negative                         Margin :   
Pembicara terbaik    :                                                            
                                                                                (                          )
                                                                                      Tanda Tangan
 

Skala Penilaian:
Pembicara substansi (pertama, kedua dan ketiga) dinilai:
Materi/Sikap
Metode
Skala
27
13
Kurang sekali
28 – 29
14
Kurang
30
15
Rata – rata
31 – 32
16
Bagus
33
17
Bagus sekali
Catatan :

Nilai tertinggi       : 83 Nilai secara umum : 70 – 80

Nilai tengah     : 75   Pembicara penutup dinilai setengah dari pembicara inti
Nilai terendah  : 67   Selisih nilai antara kedua tim harus berada antara 1 sampai 12
Lampiran 4
Alamat-alamat website yang dapat diakses untuk penguatan persiapan lomba debat dengan Asian Parliamentary Debating Format adalah sebagai berikut:
           http://id.wikipedia.org/wiki/Debat

>Kisi-Kisi Debat Bahasa Inggris SMK Th.2010


>

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Kementerian Pendidikan Nasional
2010
                                                                
A. Pendahuluan
Salah satu fungsi pendidikan nasional adalah membentuk manusia Indonesia yang beriman, bertakwa dan berakhlakul karimah. Pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, pendidikan juga diarahkan untuk internalisasi nilai-nilai kebangsaan (Pancasila dan UUD’45), termasuk cinta tanah air, semangat kejuangan dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Untuk mencapai sasaran tersebut, pendidikan ditekankan pada penanaman nilai-nilai agar:
a.   nilai-nilai Pancasila dan UUD ‘45 terinternalisasi secara optimal
b.   kepribadian siswa berkembang secara wajar dan tepat
c.    potensi dan kreativitas siswa berkembang secara terbuka
Untuk mengukur ketercapaian sasaran di atas, Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan SMK Ditjen Manajemen Dikdasmen melaksanakan kegiatan lomba Debat Berbahasa Inggris yang akan diwujudkan dalam tema-tema ke-Indonesiaan, yang salah satunya terkait dengan local genius.
Lomba debat berbahasa Inggris adalah kegiatan unjuk kemampuan para siswa SMK terbaik dari seluruh wilayah Indonesia dalam mengomunikasikan ide dan pikirannya dalam bahasa Inggris dengan menggunakan cara berpikir yang logis dan rasional serta cara berbicara yang bertata krama dan santun. Dengan kemampuan berpikir logis dan rasional serta kemampuan mempresentasikan ide dan pikiran secara beradab diharapkan mereka akan bisa berinteraksi dengan penuh rasa percaya diri di hadapan bangsa lain tanpa menanggalkan  nilai-nilai ke-Indonesiaan yang positif.
Pada tahun ini, Debat Berbahasa Inggris menerapkan model  Asian Parliamentary Debating Format, dengan penyesuaian waktu yang disediakan oleh panitia. Perubahan model dari yang biasanya dipakai, yatitu Australian Parliamentary Debatding Format, atau British Parliamentary Debating Format ke  Asian Parliamentary Debating Format yang dimulai tahun ini, adalah alasan efisiensi.
Secara garis besar,  format debat Asian Parliamentary melibatkan dua tim: tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara dengan juri dalam jumlah ganjil (dalam debat ini terdapat 3 juri dari kalangan perguruan tinggi).
                                                                                                                  
Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
1.   Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
2.   Pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
3.   Pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
4.   Pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
5.   Pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
6.   Pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
7.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
8.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga). Interupsi (POI: Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech). Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi. Untuk mengetahui model Asian Parliamentary Debating Format, silakan membaca Lampiran 2.
B. Tujuan
Secara umum lomba debat berbahasa Inggris bertujuan untuk memacu prestasi siswa/siswi sekolah menengah kejuruan di Indonesia dalam penguasaan bahasa Inggris. Lomba debat berbahasa Inggris berpotensi sebagai wahana untuk:
1.   memotivasi siswa dalam belajar bahasa Inggris
2.                 meningkatkan kepercayaan diri siswa
3.                 meningkatkan kemampuan siswa berkomunikasi lisan dalam bahasa Inggris
4.                 memperluas wawasan dan pola pikir siswa, dan pada akhirnya
5.   mempersiapkan siswa agar mampu bersaing dalam era global ditinjau dari segi komunikasi bahasa Inggris
C. Peserta
Peserta lomba adalah siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) utusan setiap provinsi di seluruh Indonesia, dengan rincian sebagai berikut:
1.   Setiap provinsi diwakili oleh 1 tim debat yang terdiri dari 3 orang siswa SMK yang masih aktif pada tahun ajaran 2010-2011
2.   Untuk pelaksanaan lomba debat setiap tim didaftarkan kepada panitia dengan menyerahkan dokumen berisi :
·      Nama provinsi
·      Nama-nama anggota tim debat
·      Nama guru pendamping atau pelatih
·      Fotokopi rapor terakhir yang dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 1 lembar, dan
·      Pasfoto ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 3 lembar
D. Materi Lomba
Materi lomba terdiri dari 1 (satu) jenis, yaitu: Lomba Debat Berbahasa Inggris (English Debate Competition dengan Asian Parliamentary Debating Format).
E. Tim Penguji
Terdiri dari :
o     3 juri
o     1 wasit
o     1 time keeper
F. Kriteria Pemenang Lomba
Pemenang lomba debat berbahasa Inggris ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang menilai dari aspek-aspek berikut:
1.   Matter (40%)
2.   Manner (40%)
3.   Method (20%)
         
G. Ketentuan Lomba
·      Waktu lomba
Waktu pelaksanaan lomba 3  hari
·      Pelaksanaan Lomba
a.   Setiap tim debat tampil selama kurang lebih 30 menit, sehingga setiap pertandingan akan berlangsung kurang lebih selama 30 menit, dengan ketentuan sebagai kerikut:
1.   Urutan bicara
<!–[if gte vml 1]>

AFFIRMATIVE

PM AFF

DPM AFF

GW AFF

NEGATIVE

LO NEG

LO NEG

OW NEG

RS AFF

RS-NEG

<![endif]–>

 

2.   Lama pidato
Setiap pidato utama (substantial speech) berlangsung selama 4 menit 20 detik, dan pidato balasan (reply speech) selama 3 menit.
b.   Sistem Pertandingan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
Babak Penyisihan mempertandingkan seluruh peserta masing-masing tiga kali dengan pola pertandingan sebagai berikut:
Skema Babak Penyisihan
Pertandingan Pertama:
Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8

 

dst. sampai sejumlah tim yang ada.
Apabila jumlah tim ganjil, untuk menggenapkannya akan dibentuk swing team dengan kemampuan setara.
Pertandingan Ke Dua:
Hasil pertandingan pertama akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). [Apabila terdapat dua (lebih) tim dengan hasil yang sama, urutan akan diputuskan oleh dewan juri.] Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Pertandingan Ke Tiga:
Seperti sebelumnya, hasil pertandingan ke dua juga akan diperingkat berdasarkan besarnya angka kemenangan (victory point/VP), selisih nilai (margin), dan atau jumlah nilai (score). Selanjutnya tim akan dipertandingkan dengan pola yang sama dengan pertandingan pertama.
Untuk mendapatkan Peringkat Nasional Debat Berbahasa Inggris SMK Tahun 2010, hasil pertandingan ke tiga akan diperingkat seperti proses sebelumnya.
Selanjutnya, dengan menggunakan Sistem Gugur, tim-tim yang menempati peringkat 1 s.d. 18 mengikuti pertandingan pada babak selanjutnya, yaitu: Babak 16 Besar (Octo/Perdelapan Final). Pemenang Babak Octo Final akan mengikuti Babak 8 Besar (Quarter/Perempat Final). Selanjutnya, pemenang Quarter Final mengikuti Babak 4 Besar (Semi Final). Yang kalah maupun yang menang pada Babak Semi Final akan saling dipertandingkan: yang kalah akan berebut juara III, sedangkan yang menang akan berebut juara I pada Babak Grand Final.
Skema perlombaan untuk Sistim Gugur pada Babak Octo Final, Quarter Final, Semi Final dan Grand Final adalah sebagai berikut:

Skema Babak 16

 

 

Tim 1             
Tim 2             
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim 9
Tim 10      
Tim 11
Tim 12
Tim 13
Tim 14
Tim 15
Tim 16
Tim 17
Tim 18
Tim-tim yang menang masuk ke Babak Quarter-Final.

Skema Babak 8 Besar/Quarter-Final:

 

 

Tim 1             
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim 5
Tim 6
Tim 7
Tim 8
Tim-tim pemenang masuk ke Babak Semi-Final.

Skema Babak 4 Besar/Semi Final:

 

 

Tim 1
Tim 2
Tim 3
Tim 4
Tim pemenang pada Babak Semi-Final akan bertemu pada pertandingan Grand Final untuk memperebutkan Juara I, sedangkan Tim yang kalah akan dipertandingkan untuk memperebutkan Juara III dan Harapan.
Babak 3rd-Place Final

Juara III dan Harapan

 

Tim A

Tim B
Babak Grand Final

Juara I dan II

 

Tim C

Tim D
c.    Format debat menggunakan Format Debat Parlemen Asia (Asian Parliamantery Debating Fornat) satu babak, yang menghadapkan dua tim: Tim Afirmatif dan Tim Negatif yang masing-masing berusaha meyakinkan Tim Ajudikator (Dewan Juri). Masing-masing tim menampilkan 3 pembicara utama (substantial speech) @ 5 menit dan 1 pembicara balasan (reply speech) @ 3 menit.
d.   Kejuaraan ditentukan berdasarkan penilaian dewan juri yang akan menilai aspek-aspek berikut:
1.   Aspek Materi dengan bobot 40 %, yang meliputi unsur-unsur logika argumentasi dan relevansi argumen dengan topik, dll.
2.   Aspek Sikap dengan bobot 40 %, yang meliputi cara berbicara di hadapan publik dan cara mempresentasikan kasus, dll.
3.   Aspek Metode dengan bobot 20 %, yang meliputi struktur dan urutan pidato.
e.   Dewan Juri akan menentukan 3 tim pemenang debat: Juara I, II, III dan Harapan
f.     Selain itu, Dewan Juri akan menentukan 3 pembicara terbaik (best speakers).
g.   Keputusan Dewan Juri tidak bisa diganggugugat.
h.   Topik-topik (motion) untuk lomba debat diberikan setengah jam sebelum lomba dengan cara ditentukan berdasarkan prioritas pilihan masing-masing tim dari 3 topik (motion) yang ditawarkan yakni: nasionalisme, kecintaan kepada Bahasa Indonesia, kemandirian budaya, penguatan ke-Indonesiaan, dan local wisdom/genius.
i.     Daftar topik (motions) debat yang akan diperdebatkan dibuka untuk publik (peserta) pada awal bulan September 2010 via website: http://www.ditpsmk.net        
j.      Jadwal Kegiatan Lomba  (Lihat pada lampiran).
k.   Segala hal yang berkenaan dengan dokumentasi debat baik berupa tulisan maupun dalam bentuk rekaman audio dan video menjadi hak milik panitia penyelenggara dan akan digunakan untuk kepentingan kemajuan pendidikan di Indonesia.
l. Hal-hal lain yang belum tercantum pada ketentuan ini akan dibicarakan pada pertemuan teknis beberapa saat sebelum lomba.

H.Penutup

Hal-hal yang belum tercantum dalam lembar informasi ini akan diinformasikan pada waktu rapat teknis (technical meeting).
Jakarta, September  2010
Penanggung Jawab Bidang Lomba
Debat Berbahasa Inggris


Lampiran 1
Jadwal Kegiatan dan Tempat Lomba
No
Tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
1
Senin
08-112010
07.00 – 12.00 wib
Registrasi Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
13.00 – 14.00 wib
Chek In Peserta
Hotel Shapir Yogyakarta
15.00 – 17.00 wib
TCM
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 – 21.00 wib
Pembukaan
Hotel Shapir Yogyakarta
2
Selasa
09-112010  
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
3
Rabu
10-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
4
Kamis
11-112010
08.00 wib – selesai
Pelaksanaan lomba
Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
5
Jumat
12-112010
08.00 wib 15.00
Pelaksanaan lomba Debat bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
Hotel Shapir Yogyakarta
19.00 wib selesai
Penutupan Acara
Hotel Shapir Yogyakarta
6
Sabtu
13-112010
10.00 wib
Check Out
Hotel Shapir Yogyakarta
Lampiran 2
DEBAT BAHASA INGGRIS
FORMAT ASIAN PARLIAMENTARY
MEKANISME JALANNYA DEBAT
Format debat Asian parliamentary melibatkan dua tim; tim Pemerintah (Government) dan tim Oposisi (Opposition), yang masing-masing terdiri dari tiga orang pembicara (speakers). Jalannya debat dipimpin dan diarahkan oleh seorang wasit debat (Speaker of the House) yang nantinya memanggil pembicara sesuai dengan urutan, dan seorang Time Keeper, yang menghitung waktu yang sudah dihabiskan oleh pembicara. Berikut urutan dan lama bicara masing-masing pembicara:
a.   Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister) : 4 menit
b.   Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition) : 4 menit
c.    Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister) : 4 menit
d.   Pembicara kedua pihak Oposisi (Deputy Leader of Opposition) : 4 menit
e.   Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip) : 4 menit
f.     Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip) : 4 menit
g.   Pidato Penutup dari pihak Oposisi (Reply Speech) : 3 menit
h.   Pidato Penutup dari pihak Pemerintah (Relpy Speech) : 3 menit
Pembicara yang diperbolehkan untuk memberikan pidato penutup hanya pembicara pertama atau kedua dari masing-masing tim (tidak boleh pembicara ketiga).
Interupsi (POI; Points of Information) berupa pertanyaan atau sanggahan dari kedua belah tim hanya boleh diajukan antara menit kedua hingga keempat dari setiap pembicara. Tidak diizinkan memberikan POI dalam pidato penutup (reply speech).
Mosi (topik debat) dalam format ini diberikan dalam bentuk pernyataan yang harus didukung oleh pihak Pemerintah dan ditentang oleh pihak Oposisi, contoh:
THBT (This House believes that) Globalization marginalizes the poor.
THW (This House would)  Legalize same -sex marriage
Penilaian debat nantinya menghasilkan margin (selisih nilai) antara tim Pemerintah dan Tim Oposisi. Margin berkisar antara 1-9 (1-4 disebut Close Margin; artinya salah satu tim menang dengan sedikit selisih (kalah tipis), 5-9 disebut Clear Margin; artinya salah satu tim menang mutlak). Tim yang menang berhak ditambah marginnya (contoh; +4), tim yang kalah harus dikurangi marginnya (contoh; -4).
ATURAN KOMPETISI
Umumnya, kompetisi debat di Indonesia memiliki aturan yang sama. Pertama, dalam babak penyisihan, tim yang berhak maju ke babak selanjutnya adalah 8 tim dengan peringkat tertinggi. Peringkat tertinggi dihitung berdasarkan banyaknya Victory Points (kemenangan) dan banyaknya Margin (apabila ada dua atau lebih tim yang memiliki jumlah Victory Points sama). Babak penyisihan biasanya terdiri dari 3-5 rounds—saat inilah seluruh peserta mengumpulkan sebanyak-banyaknya Victory Points dan Margin— dan terkadang diadakan round 0 (zero) di awal kompetisi yang bertujuan untuk pemanasan (nilai tidak dihitung). Sistem gugur biasanya hanya digunakan dalam babak eliminasi (perdelapan final, perempat final, semifinal dan final).
PERSIAPAN
Penentuan mosi (topik debat) bisa diberikan jauh hari sebelumnya dengan memberikan daftar pilihan mosi kepada peserta debat. Daftar mosi ini biasanya terdiri dari 10-30 mosi. Biasanya ini diperuntukkan bagi babak penyisihan. Atau, mosi baru diberitahu pada hari H kompetisi debat. Biasanya ini terjadi pada babak semifinal dan final, atau acak (di antara salah satu round dalam babak penyisihan). Di hari H, sebelum debat dimulai, kedua tim dipersilahkan untuk mendalami mosi dan mempersiapkan argumen selama 30 menit (case-building). Biasanya, tim Pemerintah melakukan case-building di dalam ruang debat, sementara tim Oposisi di luar ruangan debat.
TUGAS TIAP PEMBICARA
Pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Mendefinisikan mosi dan parameter (ruang lingkup) debat
       Memberikan sedikit latar belakang mengenai mengapa mosi tersebut dicetuskan, serta isu yang berkaitan
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Pemerintah (Deputy Prime Minister)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Oposisi
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Pemerintah (Government Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Oposisi
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Oposisi
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Pembicara pertama pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara pertama pihak Pemerintah (Prime Minister)
       Memberikan themelinegaris besar/inti dari mosi yang diambil dari keseluruhan argument
       Memberikan team split: Memberikan gambaran alur argumentasi (contohnya argumentasi apa yang akan dibawakan pembicara Pertama dan Kedua, dan apa yang akan dilakukan pembicara Ketiga dan reply speech) secara singkat
       Memaparkan argumentasi pertama
Pembicara kedua pihak Oposisi (Leader of Opposition)
       Membantah argumen pembicara kedua pihak Pemerintah
       Memberikan argumen kedua dan ketiga
       Memperkuat posisi tim
Pembicara ketiga pihak Oposisi (Opposition Whip)
       Mematahkan seluruh bantahan dari pihak Pemerintah
       Mematahkan seluruh argumen dari pihak Pemerintah
       Tidak memberikan argumen baru, namun menjelaskan argumen yang sudah dijelaskan sebelumnya dari sudut pandang lain
       Memberikan analisis yang lebih mendalam untuk argumen dan bantahan yang sudah dijelaskan sebelumnya
Reply Speech
       Memberikan ringkasan mengenai jalannya debat
       Memperkuat posisi tim masing-masing
PENJURIAN
Juri (adjudicator) dalam format Asian Parliamentary terdiri atas satu orang atau satu panel berjumlah ganjil. Dalam panel, setiap juri bisa memberikan voting-nya tanpa melalui musyawarah. Dengan demikian, keputusan panel dapat bersifat unanimous (kesepakatan bersama) ataupun voting.
PERALATAN YANG DIBUTUHKAN
Dua meja panjang untuk kedua tim, dua meja kecil untuk juri, enam kursi untuk anggota tim, dua kursi untuk wasit debat dan time keeper. Beberapa kursi sesuai dengan jumlah juri serta satu meja panjang untuk juri. Satu papan tulis untuk mencatat nama-nama anggota tim dan waktu berbicara, dan mosi. Satu stopwatch untuk menghitung waktu. Satu podium.
SKEMA RUANGAN DEBAT

WASIT DEBAT

 



OPOSISI

 



PEMERINTAH

 



PAPAN TULIS

 



JURI

 



PODIUM

 

<!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> SHAPE  \* MERGEFORMAT <![endif]–><!–[if mso & !supportInlineShapes & supportFields]> <![endif]–>


TIME KEEPER

 

 

Lampiran 3

PETUNJUK PENILAIAN

TUGAS JURI
1.    Menilai lomba  secara keseluruhan
2.    Memberikan keputusan akhir tentang kemenangan (dengan voting)
3.    Memberikan pandangan umum tentang isi lomba
4.    Memberikan nasehat-nasehat bagi peningkatan lomba bahasa Inggris  di kemudian hari
ASPEK YANG DINILAI
1.   MATTER
2.   MANNER
3.   METHOD
URUTAN BERBICARA
Urutan lomba akan dilakukan dengan cara lotre yang nantinya dicatat oleh petugas administratif.
1.   MENILAI ISI (MATTER)
§      Relevan adalah keterkaitan antara pendapat dengan topik/mosi yang sedang dilombakan.
§      Bedakan antara pendapat yang kuat dengan pendapat yang lemah.
§      Contoh-contoh yang diberikan peserta  hanya mendukung pendapat, tetapi contoh-contoh itu tidak bisa menggantikan pendapat itu sendiri.
§      Juri harus melihat kasus yang valid dan kasus yang tidak valid (mendebatkan sesuatu di luar konteks pembicaraan dan tidak berusaha membuktikan apa yang seharusnya diperlukan untuk membahas topik/mosinya).
2.   MENILAI SIKAP (MANNER)
§      Sikap berkenaan dengan cara berbicara di hadapan publik dan cara memperdebatkan sebuah kasus.
§      Pertanyaan kuncinya:  “Apakah cara seperti itu tepat?”
§      Elemen penilaian sikap adalah: suara, penggunaan bahasa, penggunaan catatan, pandangan mata, bahasa tubuh, cara berdiri, berpakaian, kesan ketulusan hati, humor.
§      Sikap dinilai secara keseluruhan sebagai kesan yang ditimbulkan dari penggunaan keseluruhan elemen sikap di atas.
3.   MENILAI METODE (METHOD)
Penataan dan pengorganisasian ide pada pidato si pembicara. Sebuah pidato yang tertata dan terorganisir ciri-cirinya:
§      Mempunyai pembukaan yang menarik yang mampu menyedot perhatian juri dan penonton.
§      Mempunyai susunan kalimat yang jelas dan cukup mudah diterima apa tujuannya dan arah umum dari pidatonya.
§      Menunjukkan adanya urut-urutan yang logis dari ide-idenya dan juga menunjukkan adanya tahapan-tahapan yang jelas dari argumen pembicara.
§      Menunjukkan adanya penggunaan waktu bicara secara keseluruhan menurut porsinya dan membahas secara lengkap semua poin utamanya yang bisa mengarah ke tujuannya (melebihi batas waktu atau mengurangi batas waktu  menurunkan skor).
§      Mempunyai kesimpulan atau ringkasan dari semua poin-poin utama pidatonya.
§      Menunjukkan adanya penataan dan pengorganisasian atas keseluruhan kasus-kasus yang ditampilkan oleh sebuah tim. Contohnya: sebuah pendekatan berdasarkan tema lebih berkualitas daripada sekedar sekumpulan pidato yang argumennya berdiri sendiri-sendiri.
Hal-hal yang lain:
§      Bedakan antara isi (matter), sikap (manner) dan metode (method).
§      Tidak ada keputusan lomba dengan hasil seri; harus ada pemenangnya.
§      Pembicara terbaik dipilih di antara pembicara dalam pidato utama (pembicara pertama, kedua atau ketiga).
Skala Penilaian:
§                   Isi (matter): 40%; Sikap (manner): 40%; dan Metode (method): 20%.
LEMBAR PENILAIAN
Babak        :                                       Ruangan            : 
Moderator :                                       Pencatat Waktu   :

 

Topik :
                    Juri  : 
Affirmative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Negative
Pembicara
Nama
Materi
Sikap
Metode
Total
Waktu
Pertama
Kedua
Ketiga
Penutup
Nilai akhir 
Pemenang              :  Affirmative/Negative                         Margin :   
Pembicara terbaik    :                                                            
                                                                                (                          )
                                                                                      Tanda Tangan
 

Skala Penilaian:
Pembicara substansi (pertama, kedua dan ketiga) dinilai:
Materi/Sikap
Metode
Skala
27
13
Kurang sekali
28 – 29
14
Kurang
30
15
Rata – rata
31 – 32
16
Bagus
33
17
Bagus sekali
Catatan :

Nilai tertinggi       : 83 Nilai secara umum : 70 – 80

Nilai tengah     : 75   Pembicara penutup dinilai setengah dari pembicara inti
Nilai terendah  : 67   Selisih nilai antara kedua tim harus berada antara 1 sampai 12
Lampiran 4
Alamat-alamat website yang dapat diakses untuk penguatan persiapan lomba debat dengan Asian Parliamentary Debating Format adalah sebagai berikut:
           http://id.wikipedia.org/wiki/Debat