>Materi Teori Kejuruan UN SMK 2011


>

Teori kejuruan yang merupakan mata pelajaran kompetensi keahlian yang mulai diujikan pada Ujian Nasional (UN) utama tahun 2009/2010 di UN pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK).

Meskipun materi ujian ditambah,namun kategori kelulusan tidak akan diubah. Nilai minimal kelulusan tetap dengan rata-rata 5,5 dengan nilai 4 maksimal di dua mata uji. Rencananya, UN SMK tahun ini tetap diselenggarakan bersamaan dengan UN SMK dan Madrasah Aliyah
“Pada pelaksanaan UN sebelumnya, mata uji teori kejuruan baru merupakan prasyarat untuk melakukan ujian praktik. Tahun ini kita sudah siap memasukkan teori kejuruan sebagai mata pelajaran yang diujikan pada UN,” kata Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Nasional, Joko Sutrisno di Jakarta, Selasa (26/1).
Joko menyatakan, UN SMK Tahun Pelajaran 2009/2010 dilaksanakan dua tahap. Dia menyebutkan, ujian pertama adalah tahap praktik kejuruan dilakukan di masing-masing sekolah dipandu oleh mitra industri. Ujian praktik kejuruan dilaksanakan sebelum UN Utama. Ujian kedua adalah UN Utama meliputi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Teori Kejuruan.
Lebih lanjut dikatakannya, ujian praktik kejuruan termasuk ke dalam mata uji dalam UN dan sebagai pembagi rata-rata nilai UN keseluruhan. Sementara, nilai minimal lulus untuk ujian praktik kejuruan adalah 7,00.
Joko mengatakan, soal ujian praktik kejuruan dan teori kejuruan dirancang sedemikian rupa berlaku secara menyeluruh sesuai standar isi yang disahkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
“Jadi tidak perlu ada kekhawatiran apa yang akan diujikan. Pada prinsipnya materi secara kurikulum sudah diajarkan dan kita memperhatikan range kemampuan kompetensi siswa. Jadi pasti soalnya juga bukan yang sulit-sulit sekali, tetapi juga bukan soal-soal yang sederhana,” katanya.
Joko menyatakan, ujian praktik kejuruan, yang dilaksanakan sebelum ujian teori, diharapkan sudah dilaksanakan pada 15 Februari 2010. “Tidak ada lagi ujian kelompok. Kalau dulu ada ujian proyek kelompok sekarang tidak lagi, supaya kita memang bisa memastikan bahwa anak ini bisa bekerja,” katanya.
Ia menyatakan, untuk pembelian bahan ujian praktik akan didukung dari anggaran Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) sebanyak Rp 180.000,00 per siswa setelah ada tambahan pagu dari anggaran sebelumnya Rp 120.000,00.
Dana ini disalurkan melalui mekanisme dekonsentrasi ke pemerintah daerah. Dia menambahkan, alokasi dana BOMM ini ditujukan untuk 3,2 juta siswa SMK dari total 3,6 juta siswa SMK. “Jadi nanti kita bagi secara proporsional,” katanya.
Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK nilai ujian praktik kejuruan minimal 7,00 dan digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UN.

>Ekowisata


>

Ekowisata merupakan salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.


Setiap individu mempunyai cara belajar yang berbeda walaupun dengan materi yang sama. Agar efektif perlu kiranya setiap kekhasan cara belajar tersebut dikelompokkan sesuai dengan kekhasan tersebut. Dengan kata lain sesuai dengan kelompok kecerdasannya masing-masing. Individu yang telah sesuai dengan cara belajar mereka, maka sangat efektif sekali dalam menyerap informasi, bagaikan spon yang dicelupkan ke air dan akan menyerap air sampai optimal hampir tanpa energi yang berarti.
Tantangan kehidupan seiring dengan perkembangan peradaban dan kompleksiatas kehidupan, kita harus memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat dan persaingan kehidupan ekonomi yang sangat ketat. “Kemampuan Super” untuk beradaptasi ini harus menjadi prioritas utama untuk mengajar dan mendidik anak-anak kita. Oleh karenanya diperlukan suatu cara : Belajar bagaimana cara Belajar Belajar bagaimana cara Berpikir
Siswa yang telah berbekal “Bagaimana cara BELAJAR dan BERPIKIR” dan telah menjadi bagian dari diri mereka, Insya Allah mereka akan tumbuh menjadi manusia yang mandiri secara ekonomi , memiliki hubungan kemanusiaan yang mantap, serta memiliki pertumbuhan kepribadian yang mantap. Dan mereka pun akan sangat mengenal diri mereka dan pada akhirnya mereka akan mengenal Tuhannya serta “Cinta” kepada-Nya akan semakin dalam dan abadi.
Belajar “BAGAIMANA CARA BELAJAR DAN BERPIKIR” berarti belajar dengan cara yang sesuai dengan cara otak belajar dan bekerja. Ini juga berarti proses pembelajaran akan sangat khas atau berbeda bagi setiap individu walaupun dengan materi yang sama, karena otak manusia sesungguhnya sangat individual, khas, dan spesifik. Dengan kekhasan setiap otak manusia ini, akan lebih optimal dan efektif bila kiranya setiap individu dikelompokkan sesuai dengan kekhasan cara belajar mereka.
Kondisi fisiologis mereka ketika belajar juga akan sangat berpengaruh terhadap keefektifan cara belajar mereka. Suasana dan kondisi lingkungan yang menyenangkan (Fun Learning), akan sangat mendukung dalam proces pembelajaran ini.
Berdasarkan hal tersebut, sangatlah penting bagi kita untuk mengkonsep sebuah pendidikan yang menyelenggarakan sistem belajar mengajar yang menghargai setiap potensi yang ada, serta diselaraskan dengan kondisi psikologis siswa, sehingga otak mereka akan sangat mudah untuk bekerja sama dalam proses pembelajaran dan proses belajar pun akan menjadi sangat optimal dan efektif.
Budaya Belajar harus menjadi “Petualangan seumur hidup” dan “Perjalanan eksplorasi tanpa akhir”, sehingga pertumbuhan seluruh kepribadian kita akan tercelup dan terwarnai dengan nilai-nilai yang kita pelajari. Dengan demikian “Belajar” akan menjadi sangat bermakna dan sanggup mencetak pribadi-pribadi yang Beradab.
Accelerated Learning Setiap informasi yang yang masuk akan melalui sistem limbik. Bila kondisi individu yang menerima info dalam kondisi FUN, NYAMAN, SANTAI dan sesuai cara belajarnya, maka informasi akan diteruskan ke masing-masing “pintu” belahan otak (NEOKORTEKS) sesuai dengan cara belajar masing-masing individu. Informasi akan menetap di belahan otaknya masing-masing. Pembelajaran akan berlangsung efektif dan alamiah. Enak kan …kayak main spon di celupkan ke air aja Namun bila kondisi belajar tidak FUN atau tidak sesuai dengan cara belajar masing-masing individu, informasi tsb akan diteruskan ke batang otak, dengan kata lain informasi tsb “dibuang”. Aduh…kacian amat jadi tak berarti,…buang waktu dan tenaga …:)
Kecerdasan Majemuk Setiap individu punya cara belajar yang berbeda dengan individu yang lain. Namun demikian,ada yang mempunyai kekhasan yang hampir mirip. Untuk memudahkan bagaimana masing-masing individu mengoptimalkan kekhasan cara otak belajar mereka, dibentuk kelompok-kelompok sesuai dengan kekhasan tsb. Sehingga process pembelajaran akan lebih optimal dan efektif. Kenapa demikian? Karena mereka punya cara belajar yang hampir sama…Mereka yang mempunyai berpikir cenderung logis, tentunya akan sangat efektif sekali bila mereka berada dalam lingkungan atau kelompok yang sama-sama berpikir logis. Akan sangat tidak efektif bila dicampur dengan kelompok yang cenderung tidak logis…
Serius amat sih…santai aja ya… 🙂
Kekhasan cara otak belajar tsb, lebih sering disebut sebagai dengan “kecerdasan majemuk” atau “Multiple Intelligence”, yang selanjutnya disebut KM atau MI. Pemgelompokkan kecerdasan ini bisa dikelompokkan menjadi 8 atau bahkan ada yang mengelompokkan menjadi 9 kelompok. Namun secara umum tercakup dalam 4 kelompok kecerdasan :Matematis-logis, Kinestetis, Liguistis, Visual Spasial
(sumber : wikipedia)

>Perbedaan Pelanggan dan Konsumen


>

Pelanggan atau langganan merujuk pada individu atau rumahtangga, perusahaan yang membeli barang atau jasa yang dihasilkan dalam  ekonomi. Secara spesifik, kata ini sering pula diartikan sebagai seseorang yang terbiasa untuk membeli barang pada suatu toko tertentu. Dalam berbagai pendekatan, tergantung dari sifat dari industri atau budaya, pelanggan bisa disebut sebagai klien, nasabah, pasien. Maknanya adalah pihak ketiga di luar sistem perusahaan yang karena sebab tertentu, membeli barang atau jasa perusahaan.
Dalam kegiatan usaha, seorang pemasar atau penjual, mendekati prospek. Prospek dipahami sebagai relasi bisnis yang membangun hubungan dengan perusahaan. Prospek adalah relasi yang bisa sudah menjadi pelanggan ataupun belum. Dalam pengertian yang lebih luas, relasi bisnis menyangkut hubungan bisnis dengan semua pihak ketiga di luar perusahaan. Termasuk dalam kriteria ini : supplier/vendor,bank, atau pihak lainnya.Kebutuhan pelanggan dapat didefinisikan sebagai barang atau jasa yang dibutuhkannya untuk mencapai tujuan tertentu. Pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda tingkatannya dan pengharapan pelanggan biasanya dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, iklan, pemasaran, serta bentuk komunikasi lain, baik dari pemasok maupun sumber-sumber lainnya.
Kebutuhan maupun pengharapan pelanggan dapat ditentukan melalui wawancara, survei, perbincangan, penggalian data, atau metode-metode pengumpulan informasi lainnya. Pelanggan mungkin tak memiliki pemahaman jelas mengenai kebutuhannya. Bantuan untuk menentukan kebutuhan dapat menjadi suatu layanan yang berharga bagi pelanggan. Pada proses ini, pengharapan dapat diatur atau disesuaikan dengan kemampuan produk atau jasa tertentu.
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali , maka dia disebut pengecer atau distributor.

>SMK Motivasi Insani


>

Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan penidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah sebagai lanjutan dari SMP, MTs, atau bentuk lain yang sederajat atau lanjutan dari hasil belajar yang diakui sama/setara SMP/MTs. SMK sering disebut juga STM (Sekolah Teknik Menengah). Di SMK,terdapat banyak sekali Program Keahlian.
Program Keahlian yang terdapat di SMK Motivasi Insani yaitu :
1. Administrasi Perkantoran
2. Tata Niaga ( Pemasaran )
3. Keuangan ( Akuntansi )

>Pembelajaran dalam dunia pendidikan


>

Pembelajaran dalam dunia pendidikan

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Disisi lain pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, tetapi sebenarnya mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar agar peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seorang peserta didik, namun proses pengajaran ini memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan pengajar saja. Sedangkan pembelajaran menyiratkan adanya interaksi antara pengajar dengan peserta didik.
Pembelajaran yang berkualitas sangat tergantung dari motivasi pelajar dan kreativitas pengajar. Pembelajar yang memiliki motivasi tinggi ditunjang dengan pengajar yang mampu memfasilitasi motivasi tersebut akan membawa pada keberhasilan pencapaian target belajar. Target belajar dapat diukur melalui perubahan sikap dan kemampuan siswa melalui proses belajar. Desain pembelajaran yang baik, ditunjang fasilitas yang memandai, ditambah dengan kreativitas guru akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajar.
(sumber : wikipedia )

>Penilaian Kelas


>

Penilaian  kelas  adalah  suatu  bentuk  kegiatan  guru  yang  terkait  dengan pengambilan  keputusan  tentang  pencapaian  kompetensi  atau  hasil  belajar  peserta didik  yang  mengikuti  proses  pembelajaran  tertentu.  Untuk  itu,  diperlukan  data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam hal ini,  keputusan  berhubungan  dengan  sudah  atau  belum  berhasilnya  peserta  didik dalam mencapai suatu kompetensi. Jadi, penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam  pelaksanaan  Kurikulum  Tingkat  Satuan  Pendidikan  (KTSP)  yang  berbasis kompetensi.
Data  yang  diperoleh  guru  selama  pembelajaran  berlangsung  dapat  dijaring dan dikumpulkan melalui prosedur dan alat penilaian yang sesuai dengan kompetensi atau hasil belajar yang akan dinilai. Oleh sebab itu, penilaian kelas lebih merupakan proses  pengumpulan  dan   penggunaan  informasi  oleh  guru  untuk  memberikan keputusan,  dalam  hal  ini  nilai  terhadap  hasil  belajar  peserta  didik  berdasarkan tahapan belajarnya. Dari proses ini, diperoleh potret/profil kemampuan peserta didik dalam mencapai sejumlah Standar Kompetensi dan kompetensi dasar yang tercantum dalam kurikulum.
Penilaian  kelas  merupakan  suatu  proses  yang  dilakukan  melalui  langkah– langkah  perencanaan,  penyusunan  alat  penilaian,  pengumpulan  informasi  melalui sejumlah            bukti        yang               menunjukkan pencapaian      hasil            belajar            peserta   didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti unjuk kerja (performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian produk, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), , dan penilaian diri.
Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami  dan  mampu  dikerjakannya.  Hasil  belajar  seorang  peserta  didik  tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil yang dimiliki  peserta  didik  tersebut  sebelumnya.         Dengan  demikian  peserta  didik  tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan.
Untuk mengetahui lebih jelas tentang penilaian kelas silahkan download pada link dibawah ini: